Barito Kuala – Di tengah tantangan musim kemarau yang terus melanda wilayah Kabupaten Barito Kuala, jajaran Kodim 1005/Barito Kuala kembali turun ke lapangan untuk melaksanakan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di kawasan Handil Bakti, Kecamatan Alalak. Aksi cepat ini melibatkan Babinsa, Tim Damkar Kodim, Anggota Yonif TP, relawan, serta warga setempat yang bersatu berjibaku menahan api agar tidak semakin meluas ke area pemukiman dan lahan sekitarnya. Pada Sabtu (24/10).
Berdasarkan data lapangan yang diterima dari pos operasi, hingga saat ini lahan yang terdampak berupa semak belukar seluas sekitar tiga hektare, sementara api belum sepenuhnya berhasil dipadamkan. Beberapa kendala berat masih dihadapi petugas di antaranya adalah karakter lahan gambut, tiupan angin kencang, serta ketersediaan air di lokasi yang terbatas, hal ini membuat upaya pemadaman menjadi lebih berat dan membutuhkan koordinasi serta ketahanan ekstra dari seluruh personel yang bertugas.
Pasi Ops Kodim 1005/Barito Kuala Kapten Inf Sugianto menyampaikan bahwa sejak menerima laporan adanya kebakaran, Kodim segera mengerahkan kekuatan gabungan untuk turun ke lokasi guna melakukan pengendalian api, membuat jalur pengamanan, serta membantu penyaluran air ke titik‑titik panas.
“Kami tidak boleh menunggu api semakin besar; begitu ada laporan, Babinsa dan tim damkar segera bergerak bersama relawan serta warga, karena lahan gambut ini sangat berbahaya—api bisa menyembur kembali meski sudah terlihat padam,” ujar Kapten Inf Sugianto, ia menambahkan bahwa prioritas utama saat ini adalah melindungi pemukiman warga, mengendalikan arah penyebaran api, serta memastikan keselamatan seluruh personel yang bertugas di lapangan.
Lebih lanjut Kapten Inf Sugianto menjelaskan bahwa tim juga terus melakukan pemantauan intensif di sekitar lokasi kebakaran, mengimbau warga untuk tidak melakukan pembakaran lahan apa pun di musim kemarau ini, serta meminta masyarakat segera melapor ke Babinsa atau aparat setempat apabila melihat asap atau titik api di wilayahnya, “Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadi mata dan telinga bersama TNI, Polri, serta pemda; karhutla bukan hanya tugas petugas, melainkan tanggung jawab kita semua untuk mencegahnya sejak dini,” tegasnya.
Saat ini operasi penanganan masih berlangsung secara bertahap, tim gabungan terus berupaya mendinginkan titik‑titik panas, mengatur jalur evakuasi, dan berkoordinasi dengan instansi terkait guna mendapatkan dukungan tambahan air maupun personel. Kodim 1005/Barito Kuala juga mengingatkan agar warga tetap tenang, menghindari mendekati area yang berasap, dan mengikuti arahan petugas di lapangan demi keamanan bersama.
Kodim 1005/Barito Kuala Kerahkan Personel Gabungan Tangani Karhutla di Handil Bakti Alalak






