TAPIN – Pembangunan Jembatan Garuda Tahap VII di Desa Salam Babaris RT 11 RW 04, Kecamatan Salam Babaris, Kabupaten Tapin dilaporkan telah mencapai progres 45 persen per Sabtu (24/10).
Jembatan yang dirancang sepanjang 10 meter dan lebar 2,5 meter ini dibangun melalui sinergi TNI, pemerintah desa, dan masyarakat setempat untuk memperlancar akses serta mendukung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di Kabupaten Tapin.
Saat ini, pengerjaan meliputi pemotongan besi wide flange (WF) serta pemasangan siring jembatan, dilakukan bertahap supaya konstruksi berjalan sesuai dengan kebutuhan teknis dan rencana.
Keterlibatan masyarakat bersama personel TNI dalam pekerjaan ini menunjukkan nilai gotong royong sebagai kekuatan dalam menyukseskan pembangunan infrastruktur di pedesaan.
Koptu Sabat selaku Babinsa Koramil 1010-03/Tapsel mengatakan pembangunan Jembatan Garuda Tahap VII merupakan bukti sinergi nyata antara TNI dan masyarakat dalam mendukung infrastruktur yang memberi manfaat bagi warga.
“Dengan progres pembangunan yang telah mencapai 45 persen, kami berharap pengerjaan jembatan ini dapat terus berjalan lancar sesuai tahapan yang direncanakan. Kami juga mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat yang turut berpartisipasi dalam proses pembangunan ini,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa keberadaan jembatan nantinya diharapkan akan mempermudah akses dan mobilitas masyarakat serta memperlancar aktivitas sehari-hari dan kegiatan perekonomian warga.
Untuk itu, ia mengingatkan agar sinergi dan kebersamaan antara TNI, pemerintah desa, dan masyarakat terus dipertahankan guna menyelesaikan pembangunan dengan hasil yang maksimal untuk kepentingan bersama.
Pembangunan Jembatan Garuda Tahap VII ini juga mencerminkan komitmen TNI melalui Kodim 1010/Tapin untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat dalam mendukung pemerataan pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan warga.
Dengan progres 45 persen saat ini, diharapkan pengerjaan jembatan di Desa Salam Babaris berjalan sesuai tahapan hingga siap dimanfaatkan sebagai fasilitas transportasi bagi masyarakat.
(1010).






