Barito Kuala — Tim Penyuluh Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dari Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) melaksanakan audiensi resmi bersama Bupati Kabupaten Barito Kuala Dr. H. Bahrul Ilmi, S.H., M.H., di Rumah Dinas Bupati Barito Kuala, Jalan Pangeran Antasari No. 01, Kelurahan Marabahan Kota, Kecamatan Marabahan, Kabupaten Barito Kuala, Provinsi Kalimantan Selatan, pada Jumat (11/09/2026).
Kegiatan ini dipimpin oleh Kepala Bidang Psipers Puspsi TNI Letkol Caj Sigit Sulistio Wibowo, S.Psi., M.Psi., Psikolog, turut didampingi oleh Komandan Kodim 1005/Barito Kuala Letkol Inf Anton Mahriadi, S.Sos., Pasi Prog Bagrenproggar Sdirbinrenproggar Secapaad Kapten Inf Supriyanto, serta Pasi Ops Kodim 1005/Barito Kuala Kapten Inf Sugiyanto.
Dalam kesempatan tersebut, Letkol Caj Sigit Sulistio Wibowo menyampaikan bahwa kedatangan tim dari Mabes TNI merupakan bentuk perhatian serius pimpinan tertinggi TNI untuk turun langsung ke tengah masyarakat, khususnya di wilayah yang menghadapi tekanan kebakaran hutan dan lahan, di mana Kabupaten Barito Kuala menjadi salah satu fokus utama.
“Kami dari Mabes TNI ditugaskan khusus ke Kabupaten Barito Kuala untuk membantu upaya penyuluhan dan pencegahan Karhutla, mengingat dampak yang ditimbulkan sangat luas—tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengganggu perekonomian, kesehatan, hingga keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa sejak tiba di wilayah, tim tidak hanya melakukan sosialisasi di lingkungan pendidikan, melainkan juga turun langsung ke titik-titik rawan kebakaran meliputi Kecamatan Tabukan, Rantau Badauh, Barambai, hingga Jejangkit, guna memahami langsung kondisi di lapangan dan memberikan pemahaman kepada warga mengenai bahaya serta cara mencegah kebakaran lahan.
Menyambut baik langkah tersebut, Bupati Barito Kuala Dr. H. Bahrul Ilmi, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam atas dukungan nyata dari jajaran TNI dalam membantu Pemerintah Daerah menghadapi persoalan Karhutla yang berlangsung selama ini. Ia menjelaskan bahwa berkat kerja sama yang erat antara Pemerintah Daerah, BPBD, TNI, Polri, serta partisipasi aktif masyarakat, intensitas kebakaran dan kabut asap di wilayah Kabupaten Barito Kuala saat ini telah menunjukkan penurunan yang signifikan.
“Barito Kuala merupakan salah satu dari tujuh daerah di Kalimantan Selatan yang menetapkan status siaga darurat Karhutla, sehingga kehadiran Tim Mabes TNI ini semakin memperkuat komitmen kita bersama dalam menjaga lingkungan dan melindungi warga,” tegasnya.
Bupati juga menguraikan bahwa pemadaman di lapangan masih menghadapi berbagai kendala, mulai dari akses lokasi yang sulit, jauhnya sumber air, luasnya lahan yang terbakar, hingga tiupan angin yang tidak menentu, sehingga peran serta seluruh elemen masyarakat untuk tidak membakar lahan menjadi sangat krusial. Ia senantiasa menghimbau warga untuk tetap menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan guna melindungi kesehatan dari paparan kabut asap.
Letkol Caj Sigit Sulistio Wibowo menegaskan kembali bahwa kegiatan audiensi ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan langkah strategis yang positif untuk mempercepat penanganan Karhutla di wilayah Barito Kuala. “Melalui pertemuan ini, kita dapat saling bertukar informasi, pengalaman, serta menyamakan persepsi dalam menghadapi tantangan yang ada. Sinergitas antara TNI dan Pemerintah Daerah harus terus diperkuat, sehingga setiap langkah yang diambil tepat sasaran dan bermanfaat langsung bagi masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga berharap kerja sama yang telah terjalin dapat dipertahankan dan ditingkatkan di masa mendatang, tidak hanya saat situasi darurat, tetapi juga dalam upaya pencegahan jangka panjang demi terwujudnya lingkungan yang aman, sehat, dan lestari.
Kegiatan audiensi ini berlangsung dalam suasana yang hangat dan konstruktif, sekaligus memperteguh ikatan persaudaraan antara TNI dan rakyat, sebagaimana semangat pengabdian untuk selalu hadir dan membantu kesulitan masyarakat di manapun berada.
Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI Audiensi Bersama Bupati Barito Kuala, Perkuat Sinergitas Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan






