SUKOHARJO – Kesibukan anggota Satgas TMMD Reguler ke-129 Kodim 0726/Sukoharjo dalam menyelesaikan berbagai sasaran pembangunan tidak membuat mereka melupakan kewajiban sebagai umat beragama; sebelum memulai aktivitas di lokasi TMMD para prajurit terlebih dahulu melaksanakan sholat Subuh berjamaah bersama masyarakat di salah satu masjid di wilayah Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo.
Suasana hangat terlihat saat anggota TNI yang mengenakan seragam loreng berdiri sejajar dengan warga dalam satu saf. Tidak ada sekat antara prajurit dan masyarakat. Kebersamaan yang terjalin melalui ibadah menjadi gambaran nyata bahwa TMMD bukan sekadar program pembangunan fisik, tetapi juga wadah memperkuat hubungan emosional antara TNI dan rakyat, Senin (20/7).
Bagi personel Satgas, sholat berjamaah menjadi bekal spiritual sebelum menjalankan tugas yang membutuhkan tenaga, ketelitian, dan semangat gotong royong. Doa yang dipanjatkan bersama di awal hari menjadi ikhtiar agar seluruh rangkaian pekerjaan TMMD diberikan kelancaran, keselamatan, serta hasil yang bermanfaat bagi masyarakat.
Lebih dari itu, momen ibadah bersama dimanfaatkan sebagai sarana komunikasi dan silaturahmi dengan warga. Seusai sholat, prajurit dan masyarakat tampak saling berbincang dengan akrab, membahas perkembangan kegiatan TMMD maupun kehidupan sehari-hari. Interaksi sederhana tersebut semakin mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat yang selama ini menjadi kekuatan utama dalam menyukseskan program TMMD.
Kedekatan yang dibangun melalui kegiatan keagamaan juga menumbuhkan rasa saling percaya antara Satgas dan masyarakat. Kehadiran prajurit di tengah warga tidak hanya dirasakan saat mengerjakan pembangunan jalan, talud, maupun sasaran fisik lainnya, tetapi juga dalam aktivitas sosial dan keagamaan yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
Melalui kebiasaan mengawali hari dengan sholat Subuh berjamaah, Satgas TMMD Reguler ke-129 Kodim 0726/Sukoharjo menunjukkan bahwa keberhasilan pengabdian kepada masyarakat tidak hanya ditentukan oleh capaian pembangunan, tetapi juga oleh nilai-nilai spiritual, kebersamaan, dan silaturahmi yang terus dijaga selama pelaksanaan program.
Semangat “Bersama Rakyat Membangun Desa, TNI Manunggal untuk Kemajuan” pun semakin terasa, karena setiap langkah pengabdian diawali dengan doa, dilaksanakan dengan gotong royong, dan ditujukan sepenuhnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(Red/Wr).






