Ritual Adat Meruba di Hulu Sungai, Wujud Pelestarian Budaya dan Penguatan Persatuan Masyarakat

Ketapang – Babinsa 1203-10/Sandai menghadiri kegiatan Ritual Adat Meruba yang digelar di kediaman Raja Hulu Air Laman Sengkuang, Desa Benua Krio, Kecamatan Hulu Sungai, Kabupaten Ketapang, Kamis malam (25/06/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Ketapang Alexander Wilyo, S.STP., M.Si., unsur OPD Kabupaten Ketapang, para camat, perwakilan Lanal, unsur Polri, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, kepala desa se-Kecamatan Hulu Sungai, perwakilan masyarakat adat dari Kabupaten Sanggau, serta tamu kehormatan dari komunitas Suku Dayak Serawak, Malaysia.

Ritual Adat Meruba merupakan tradisi turun-temurun masyarakat Dayak yang memiliki makna sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, permohonan keselamatan, kesejahteraan, serta harapan agar masyarakat dijauhkan dari segala mara bahaya dan diberikan keberkahan dalam menjalani kehidupan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan prosesi pembukaan dan penyerahan tuak serta lauk untuk gae, dilanjutkan dengan tarian adat, penyambutan tamu, berbagai prosesi adat, sambutan dari Camat Hulu Sungai dan Bupati Ketapang, kemudian memasuki ritual inti Meruba, ritual buang sial di Sungai Krio, hingga ditutup dengan ramah tamah.

Kehadiran unsur TNI dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap pelestarian adat dan budaya lokal serta mempererat sinergi antara TNI, pemerintah daerah, tokoh adat, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga persatuan, kerukunan, serta stabilitas wilayah.

Melalui momentum Ritual Adat Meruba ini diharapkan nilai-nilai kearifan lokal tetap terjaga dan diwariskan kepada generasi muda sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa yang menjadi perekat persatuan dalam keberagaman.(1203).

Pos terkait