Prajurit dari satuan Yonif TP 859/RBK kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap kesejahteraan rakyat dengan terjun langsung ke kebun jagung milik warga di Kampung Wakre. Aksi panen bersama ini menjadi simbol kuatnya ikatan antara TNI dan rakyat dalam membangun daerah dari sektor agraris.
Program Permata yang digulirkan menjadi instrumen penting untuk menggerakkan roda ekonomi desa melalui optimalisasi lahan tidur menjadi lahan produktif. Komitmen ini selaras dengan upaya pemerintah dalam menjaga kestabilan pasokan pangan di wilayah Papua, khususnya di Kabupaten Supiori.
Salah satu tokoh warga, Bapak Isak, menyebutkan bahwa bimbingan dari para prajurit sangat berarti bagi para petani tradisional di kampungnya. Ia berharap hasil panen yang melimpah ini dapat memenuhi kebutuhan pangan harian serta meningkatkan pendapatan ekonomi rumah tangga masyarakat sekitar.
Menanggapi hal itu, Letda Inf Tegus menyatakan bahwa keterlibatan TNI dalam urusan pertanian adalah bagian dari tugas pengabdian kepada bangsa. Ia meyakini bahwa dengan semangat kebersamaan, tantangan pangan di masa depan dapat diatasi melalui kerja keras dan sinergi yang terus dipelihara.






