Pasis Sesko TNI Ingatkan Warga Tapin Waspadai ‘Segitiga Emas’ Karhutla

Pasis Sesko TNI Ingatkan Warga Tapin Waspadai 'Segitiga Emas' Karhutla

TAPIN – Puntung rokok, tumpukan rumput kering, dan hari-hari berangin menjadi kombinasi berbahaya yang dapat memicu karhutla saat musim kemarau, begitu pesan penyuluh di Candi Laras Selatan.

Empat Perwira Siswa (Pasis) Pendidikan Reguler (Dikreg) Sesko TNI memberikan penyuluhan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kantor Kecamatan Candi Laras Selatan (CLS), Kabupaten Tapin, Rabu (2/9/2026).

Pasis Dikreg Sesko TNI, Kolonel Inf Agus Rediyanto sebagai penyuluh tersebut diikuti perwakilan PT KAP, para kepala desa dan aparat desa, Kelompok Tani Peduli Api (KTPA), tokoh masyarakat, serta pemuda relawan karhutla Kecamatan Candi Laras Selatan. Camat CLS turut hadir melalui perwakilan Sekretaris Kecamatan.

Dalam pemaparannya, Kolonel Inf Agus Rediyanto mengingatkan pentingnya memahami “segitiga emas karhutla”. Tiga unsur tersebut adalah bahan bakar, sumber api, dan udara.

Kolonel Inf Agus Rediyanto menegaskan bahwa bahan bakar seperti daun kering, rumput, atau ranting menjadi titik rawan jika berdekatan dengan permukiman.

Untuk mencegah kebakaran meluas, warga diminta membersihkan area sekitar rumah secara ekstra terutama saat musim kemarau agar api tidak mudah merambat dan mengancam bangunan.

Selain itu, sumber api seperti puntung rokok harus diwaspadai karena dapat memicu kebakaran di area berisi material mudah terbakar.

Adapun unsur udara dalam bentuk angin kencang berperan mempercepat perambatan api sehingga kebakaran kecil bisa berubah menjadi meluas.

“Segitiga emas” tersebut menjadi gambaran bahwa karhutla bukan hanya persoalan bagaimana memadamkan api setelah kebakaran terjadi, tetapi juga bagaimana mencegah tiga unsur pemicunya bertemu.

Salah satu upaya preventif yang disarankan adalah pemasangan plang peringatan di titik-titik rawan serta penyampaian imbauan kepada masyarakat setempat.

Pada akhir penyuluhan, peserta mengikuti sesi sharing untuk membahas hambatan yang sering ditemui di lapangan.

Forum tersebut digunakan untuk mengidentifikasi masalah yang dihadapi masyarakat, aparat desa, KTPA, dan relawan dalam menangani potensi karhutla.

Setelah dari Kecamatan Candi Laras Selatan, rombongan Pasis Dikreg Sesko TNI melanjutkan agenda penyuluhan ke Desa Kepayang, Kecamatan Tapin Tengah, kemudian bergerak ke Desa Ayunan Papan, Kecamatan Lokpaikat, dengan agenda yang sama.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman masyarakat di wilayah rawan karhutla, terutama mengenai pentingnya mengenali sumber pemicu dan melakukan pencegahan sebelum api muncul. (Red)

Pos terkait