MERAUKE – Panglima Kodam (Pangdam) XXIV/Mandala Trikora Mayjen TNI Frits Wilem Rizard Pelamonia, S.E., memaparkan visi dan misi Kodam XXIV/Mandala Trikora di hadapan Ketua dan anggota DPR Provinsi Papua Selatan guna memperkuat sinergi dalam mendukung stabilitas keamanan dan percepatan pembangunan daerah, Selasa (05/05/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Jalan KTM Salor, Kampung Ivimahad, Distrik Kurik, Kabupaten Merauke tersebut dipimpin Ketua DPR Provinsi Papua Selatan Heribertus Silvinus Silubun, S.H., dan diikuti peserta dari unsur TNI dan DPRP Papua Selatan.
Dalam paparannya, Pangdam XXIV/MT menegaskan bahwa Kodam Mandala Trikora mengedepankan pendekatan “Kenali, Datangi, dan Layani” sebagai strategi utama dalam menjaga stabilitas keamanan serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
“Stabilitas keamanan menjadi fondasi utama pembangunan. Karena itu, kehadiran TNI harus mampu memberikan rasa aman sekaligus mendukung program pemerintah agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Mayjen TNI Frits Wilem Rizard Pelamonia.
Ia juga menekankan bahwa TNI tidak mengambil alih peran sipil, melainkan memastikan berbagai program strategis nasional, seperti cetak sawah dan pembangunan infrastruktur, dapat berjalan optimal di Papua Selatan.
Selain itu, Pangdam menyebut DPR sebagai representasi rakyat yang memiliki peran penting sebagai jembatan aspirasi masyarakat. Oleh karena itu, koordinasi dan komunikasi yang terbuka antara TNI dan DPR perlu terus diperkuat.
“Kami terbuka terhadap seluruh masukan dan aspirasi dari anggota dewan demi kepentingan masyarakat Papua Selatan,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua DPR Provinsi Papua Selatan Heribertus Silvinus Silubun menyampaikan apresiasi atas paparan yang disampaikan Pangdam XXIV/MT serta berharap sinergi antara TNI dan DPR dapat semakin solid.
Dalam sesi diskusi, sejumlah isu strategis turut mengemuka, di antaranya pembinaan generasi muda asli Papua, perhatian terhadap masyarakat di wilayah terpencil seperti suku Korowai, usulan pelaksanaan rekrutmen TNI/Polri di Merauke, hingga kebutuhan pembangunan infrastruktur di wilayah Boven Digoel.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Pangdam XXIV/MT menyatakan komitmennya untuk memberikan solusi, termasuk rencana pelaksanaan seleksi prajurit TNI di Merauke serta dukungan terhadap pembangunan infrastruktur yang menjadi perhatian pemerintah pusat.
Ia juga menyoroti upaya pembinaan bagi anak-anak asli Papua, termasuk kemungkinan penyediaan fasilitas penampungan atau barak sebagai bentuk pembinaan dan pemberdayaan.
Kegiatan berlangsung dalam suasana terbuka dan penuh keakraban, serta diharapkan mampu memperkuat koordinasi antara TNI dan DPR Papua Selatan dalam bidang pertahanan, keamanan, serta ketahanan pangan di wilayah tersebut.






