Ketahanan Pangan Dimulai dari Sawah, Babinsa Aceh Barat Dampingi Petani Rawat Tanaman Padi

ACEH BARAT – Komitmen TNI AD dalam mendukung ketahanan pangan nasional kembali ditunjukkan melalui aksi nyata di lapangan. Babinsa Koramil 03/Kaway XVI Kodim 0105/Aceh Barat, Sertu Ariyanto, turun langsung membantu petani membersihkan gulma di areal persawahan Desa Beuregang, Kecamatan Kaway XVI, Kabupaten Aceh Barat, Senin (22/06/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pendampingan pertanian yang secara rutin dilakukan Babinsa guna mendukung peningkatan produktivitas hasil panen serta memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa. Bersama para petani, Sertu Ariyanto tampak mencabut rumput liar yang tumbuh di sela-sela tanaman padi.

Keberadaan gulma di lahan pertanian dapat menghambat pertumbuhan tanaman karena menyerap unsur hara, air, dan sinar matahari yang seharusnya dimanfaatkan oleh tanaman padi. Jika tidak dikendalikan, gulma berpotensi menurunkan kualitas dan kuantitas hasil panen.

Menurut Sertu Ariyanto, menjaga produktivitas pertanian merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi antara petani, pemerintah, dan seluruh elemen pendukung, termasuk TNI melalui peran Babinsa di wilayah binaan.

“Ketahanan pangan itu dimulai dari sawah. Jika tanaman padi tumbuh subur dan hasil panen meningkat, maka ketersediaan pangan masyarakat juga akan terjaga. Karena itu, kami hadir untuk mendampingi petani agar tidak berjuang sendiri dalam mengelola lahannya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pendampingan yang dilakukan Babinsa tidak hanya terbatas pada kegiatan pembersihan gulma, tetapi juga mencakup berbagai tahapan pertanian mulai dari pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan hingga panen. Dengan terlibat langsung di lapangan, Babinsa dapat mengetahui berbagai kendala yang dihadapi petani dan membantu mencarikan solusi bersama pihak terkait.

Kegiatan tersebut sejalan dengan program TNI AD dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Melalui kehadiran Babinsa di tengah petani, berbagai persoalan seperti serangan hama, kekurangan air, maupun kebutuhan sarana produksi pertanian dapat lebih cepat terdeteksi dan ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan penyuluh pertanian lapangan (PPL) serta instansi terkait.

Para petani Desa Beuregang menyambut baik pendampingan yang diberikan Babinsa. Mereka mengaku merasa terbantu dengan kehadiran aparat teritorial yang selalu aktif mendampingi dan memberikan motivasi dalam mengelola lahan pertanian.

Selain membantu meringankan pekerjaan, kehadiran Babinsa juga memberikan semangat baru bagi petani untuk terus meningkatkan produktivitas lahan sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan daerah.

Melalui sinergi yang kuat antara TNI dan masyarakat, diharapkan sektor pertanian di Kabupaten Aceh Barat terus berkembang, hasil panen meningkat, dan ketahanan pangan nasional semakin kokoh dari tingkat desa hingga nasional.(0105).

Pos terkait