Kendala Alat, Warga dan Prajurit Bergotong Royong Angkut Batu dengan Bahu

Kendala Alat, Warga dan Prajurit Bergotong Royong Angkut Batu dengan Bahu

LUWU TIMUR – Meski mengalami keterbatasan alat, semangat personel Satgas TMMD ke-130 Kodim 1403/Palopo dan masyarakat Desa Parumpanai tak kelihatan surut dalam menyelesaikan proyek pembangunan talud dan bronjong. Meskipun jumlah gerobak dorong yang ada terbatas dan sebagian dalam keadaan rusak, mereka tetap memutuskan untuk mengangkat batu gunung dengan cara memikul di bahu.

Pengamatan di lokasi proyek TMMD menunjukkan bahwa tumpukan batu gunung belum bisa dipindahkan ke tempat kerja. Truk pengangkut tidak mampu menjangkau lokasi tersebut karena jalan yang rusak dan menanjak. Akibat kondisi tersebut, batu pun harus dipindahkan secara manual sejauh 200 meter dari titik pengumpulan di tepi jalan.

Tanpa menunggu peralatan tambahan, prajurit dan warga dengan sigap langsung bekerja sama. Batu-batu besar tersebut dipikul menggunakan kain atau pakaian sebagai alas untuk mengurangi luka. Mereka menelusuri jalan menanjak di bawah sinar matahari yang terik demi ketersediaan material pembangunan yang dibutuhkan.

Bacaan Lainnya

Kapten Inf Badar yang menjabat sebagai pimpinan SSK TMMD ke-130, memberikan penghargaan atas kerjasama dan kebersamaan yang ditunjukkan oleh anggota Satgas dan masyarakat. “Sungguh luar biasa, kami mungkin kekurangan alat, tetapi semangat prajurit dan rakyat tidak surut. Mereka bilang, tidak ada alat pengangkut, bahu ada! Batu-batu gunung pun dipikul di bahu sejauh 200 meter dengan jalan yang menanjak. Ini adalah semangat yang tidak akan pernah bisa dibeli,” ungkapnya.

Pos terkait