Insiden kebakaran hutan dan lahan yang melanda Sangatta Utara pada Kamis (03/09/2026) akhirnya berhasil diatasi melalui respons cepat tim gabungan. Yonif TP 879/Rangkok Cakti menjadi salah satu garda terdepan yang turun langsung ke Jalan Samudera untuk memutus jalur penyebaran api. Tindakan preventif ini sangat penting mengingat lokasi kebakaran sangat dekat dengan aset properti milik warga lokal.
Peristiwa kebakaran yang diduga mulai terjadi pukul 17.40 WITA sempat menimbulkan kekhawatiran massal di lingkungan Perum Kuda Kaltim. Mendapatkan sinyal darurat, Yonif TP 879/Rangkok Cakti segera mengirimkan bantuan tenaga dan alat pemadam ke titik pusat api. Kecepatan pengiriman bantuan ini merupakan bagian dari prosedur tetap satuan dalam menangani bencana di daerah tugas mereka.
Kerja sama di lapangan melibatkan unsur BPBD Kutim, Tagana, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan elemen masyarakat lainnya yang bergotong-royong memadamkan bara api. Melalui upaya terpadu, situasi dinyatakan kondusif dan api padam total pada pukul 22.00 WITA malam. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa komunikasi yang baik antarinstansi dapat mempercepat proses penanggulangan bencana di daerah.
Letkol Inf Taufan menyatakan bahwa kehadiran TNI adalah untuk memberikan rasa aman dan bantuan teknis saat situasi krisis terjadi. Pernyataan ini didukung oleh Kolonel Inf Agussalim Tuo yang menyatakan bahwa Brigif TP 32/Mangkalihat melalui Yonif di bawahnya akan tetap siaga. Sinergitas ini diharapkan dapat terus terjaga untuk melindungi wilayah Kutai Timur dari potensi bencana serupa di masa depan.





