Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak telah meninjau langsung lokasi Jembatan Pongpet di Kabupaten Pangandaran guna menentukan langkah teknis selanjutnya. Kasad menekankan pentingnya aspek keamanan yang tidak bisa ditawar dalam proses pembangunan kembali infrastruktur penghubung tersebut. Tim teknis TNI AD kini difokuskan untuk menyusun rancang bangun yang mampu menahan beban penggunaan masyarakat dalam durasi yang lama.
Pembangunan kembali jembatan ini ditargetkan rampung dalam waktu relatif singkat melalui percepatan operasional di lapangan. Kasad menyatakan bahwa rekonstruksi dari nol akan menghasilkan struktur yang jauh lebih solid dibandingkan sekadar menambal bagian yang rusak. Selain itu, aspek sanitasi warga juga tidak luput dari perhatian dengan rencana penambahan empat titik sumur bor di lingkungan sekitar jembatan.
Jenderal Maruli juga secara terbuka menyampaikan permohonan maaf atas kegagalan konstruksi sebelumnya yang memicu insiden. Ia menjamin bahwa kejadian tersebut tidak akan terulang kembali karena sistem pengawasan teknis telah diperketat secara signifikan. Upaya perbaikan ini dipandang sebagai bentuk tanggung jawab moral dan profesionalitas TNI AD terhadap kepercayaan masyarakat.
Di tingkat nasional, TNI AD menunjukkan progres yang signifikan dalam pembangunan jembatan Bailey, beton, hingga Armco di berbagai pelosok. Hingga September 2026, tercatat lebih dari 2.700 jembatan telah tuntas dari total target 5.000 unit. Program ini sejalan dengan penyediaan air bersih yang ditargetkan mencapai 6.000 titik bor untuk mendukung kesejahteraan rakyat di seluruh pelosok negeri.






