ACEH JAYA – Aktivitas masyarakat Panton, Kecamatan Teunom, Kabupaten Aceh Jaya, menjadi perhatian Babinsa Koramil 06/Teunom dan Posramil Pasir Raya Kodim 0114/Aceh Jaya. Serka Samsul Hadi dan Sertu Hasan menyambangi tokoh masyarakat serta warga setempat melalui komunikasi sosial (Komsos), Selasa (1/9/2026), dengan menyasar langsung kehidupan masyarakat, termasuk warga yang bekerja sebagai petani.
Pertemuan tersebut berlangsung sebagai bagian dari komunikasi aparat teritorial dengan masyarakat di desa binaan. Warga dari kalangan petani menjadi salah satu kelompok yang ditemui dalam kegiatan itu. Interaksi langsung dilakukan untuk menjaga hubungan komunikasi yang telah terbangun sekaligus mengetahui kehidupan masyarakat dari dekat.
Serka Samsul Hadi menyampaikan bahwa komunikasi dengan warga perlu terus dilakukan agar hubungan antara aparat teritorial dan masyarakat tetap terjaga. “Kami ingin komunikasi dengan masyarakat terus berjalan dengan baik. Melalui komunikasi seperti ini, kondisi di desa bisa diketahui lebih dekat dan berbagai hal yang berkembang dapat dibicarakan bersama,” ujarnya.
Komsos juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai hal dalam suasana yang lebih terbuka. Bagi warga yang sehari-hari bekerja sebagai petani, pertemuan dengan Babinsa menjadi kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan aparat kewilayahan tanpa harus menunggu adanya persoalan tertentu. Pola komunikasi semacam itu menjadi bagian dari kegiatan pembinaan di wilayah desa binaan.
Kehadiran Serka Samsul Hadi dan Sertu Hasan di tengah masyarakat Panton diarahkan untuk menjaga hubungan yang baik antara aparat teritorial dengan warga. Komunikasi yang terpelihara diharapkan dapat membantu menciptakan suasana desa yang aman dan kondusif serta menjauhkan lingkungan masyarakat dari keributan maupun hal-hal negatif.
Bagi wilayah yang kehidupan masyarakatnya banyak bersentuhan dengan aktivitas pertanian, komunikasi langsung menjadi cara penting untuk memahami kondisi warga secara lebih nyata. Komsos di Panton pun tidak berhenti pada pertemuan formal, tetapi menjadi bagian dari interaksi sehari-hari yang dapat menjaga saluran komunikasi antara Babinsa dan masyarakat tetap terbuka.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kehadiran aparat teritorial di tengah masyarakat Panton. Dengan hubungan komunikasi yang terus terjaga, warga dan aparat memiliki ruang untuk saling menyampaikan informasi mengenai kondisi desa, sehingga suasana yang aman dan tertib dapat dipelihara bersama.(0114).






