Air Menipis, Kodim 1006/Banjar Rancang Sumur Bor untuk Hadapi Karhutla di Banjarbaru

Air Menipis, Kodim 1006/Banjar Rancang Sumur Bor untuk Hadapi Karhutla di Banjarbaru

BANJARBARU – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Banjarbaru kian rumit karena menyusutnya sumber air selama kemarau panjang, yang memperberat upaya pemadaman di lapangan.

Personel dari Kodim 1006/Banjar dan Yonif 623/BWU bersinergi dengan BPBD, Polri, Manggala Agni, dan masyarakat untuk mengendalikan api di titik-titik rawan, termasuk Guntung Damar, Kecamatan Landasan Ulin, Banjarbaru.

Letkol Inf BP Prabujaya, Dandim 1006/Banjar, menyampaikan bahwa ketersediaan air yang menipis menjadi salah satu kendala paling serius dalam operasi pemadaman.

“Kalau saat ini saya lihat sungai pun debitnya sangat kecil. Bahkan sampai kering, ada beberapa yang kering,” kata Dandim usai penanganan Karhutla di Guntung Damar, Sabtu (22/8/2026).

Dia menambahkan kondisi sama juga terjadi saat tim berjibaku memadamkan kebakaran di Tegal Arum, Kelurahan Syamsudin Noor, Banjarbaru, sehari sebelumnya.

Di lokasi itu, pasukan harus menyiasati medan dan kelangkaan air, memanfaatkan aliran sungai yang tersisa untuk mengoperasikan pompa pemadam.

Keadaan ini menunjukkan bahwa penanganan Karhutla saat ini tidak lagi hanya soal personel dan peralatan, melainkan juga soal pasokan air yang memadai.

Untuk mengantisipasi, Kodim 1006/Banjar mulai menyiapkan mitigasi melalui rencana pembangunan sumur bor di beberapa wilayah.

Dandim mengatakan inisiatif itu akan diselaraskan dengan program TNI Angkatan Darat dan menargetkan adanya minimal dua titik sumur bor di setiap kelurahan sebagai cadangan air darurat.

“Kami berupaya membuat sumur bor. Nanti kita rencanakan kita akan membuat sumur bor di setiap kelurahan, minimal dua,” ujarnya menegaskan.

Rencana pembangunan sumur bor tersebut sudah dibahas bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banjarbaru, dan tim akan melakukan pemetaan lokasi yang strategis guna suplai air tanah.

Selain untuk kebutuhan pemadaman, sumur bor direncanakan juga membantu masyarakat yang mulai terdampak kekeringan.

Beberapa daerah termasuk permukiman transmigrasi dilaporkan mengalami kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari saat kemarau berkepanjangan.

Dengan demikian, sumur bor diharapkan memiliki dua fungsi: sebagai sumber air untuk memadamkan api dan sebagai penyedia air bersih bagi warga.

Meski personel TNI tetap gigih memerangi kabakaran, menipisnya aliran sungai menuntut perencanaan jangka panjang untuk menjamin ketersediaan air.(1006)

Pos terkait