HULU SUNGAI SELATAN – Respons cepat kembali ditunjukkan personel TNI dalam upaya penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 1003-04/Kandangan bersama Tim Posko Karhutla yang terdiri dari berbagai unsur lintas instansi bergerak cepat melakukan penyisiran, pemadaman, dan pendinginan terhadap titik api yang muncul di kawasan semak belukar Desa Sungai Kupang, Kecamatan Kandangan. Selasa (4/8/26)
Aksi tersebut dilakukan setelah terdeteksi adanya hotspot melalui aplikasi pemantauan kebakaran. Tim gabungan segera menuju lokasi untuk mencegah api semakin membesar dan meluas ke area lain yang berpotensi terdampak.
Babinsa Koramil 1003-04/Kandangan, Sertu Muhadi, menjelaskan bahwa kebakaran terjadi di lahan kosong yang dipenuhi semak belukar kering akibat musim kemarau. Kondisi vegetasi yang mudah terbakar menyebabkan api cepat merambat hingga menghanguskan lahan seluas kurang lebih tiga hektare.
“Begitu menerima informasi adanya hotspot, kami bersama tim langsung menuju lokasi untuk melakukan pemadaman dan pembasahan agar api tidak meluas. Lahan yang terbakar merupakan semak belukar di lahan kosong yang sangat mudah terbakar saat musim kemarau,” jelas Sertu Muhadi di lokasi.
Ia menambahkan, dalam operasi tersebut Babinsa bersinergi dengan personel Polsek Kandangan, BPBD, Manggala Agni, relawan, serta Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Sungai Kupang. Dengan dukungan sarana dan prasarana pemadaman yang telah disiagakan di Posko Karhutla, tim gabungan berhasil mengendalikan kobaran api setelah berjibaku melakukan pemadaman dan pendinginan.
“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Meski api sempat membakar lahan sekitar tiga hektare, berkat kerja sama seluruh unsur di lapangan, api berhasil dipadamkan sehingga tidak menyebar ke wilayah lain,” ujarnya.
Selain melakukan penanganan saat terjadi kebakaran, Sertu Muhadi menegaskan bahwa Babinsa bersama tim gabungan juga secara rutin melaksanakan patroli terpadu serta memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya Karhutla.
Menurutnya, upaya preventif tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, mengingat dampak Karhutla tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat, mengganggu aktivitas sosial dan ekonomi, serta menimbulkan kerugian yang besar.
Melalui sinergi yang terus terjalin antara TNI, Polri, pemerintah daerah, instansi terkait, relawan, dan masyarakat, diharapkan potensi terjadinya Karhutla di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Selatan dapat diminimalkan sehingga lingkungan tetap terjaga dan masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan aman selama musim kemarau.
@pendim1003






