Perhumas Banjarmasin Siapkan Strategi Tangkal Hoaks

BANJARMASIN – Isu hoaks yang kian masif di era digital menjadi perhatian serius kalangan praktisi hubungan masyarakat. Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (Perhumas) pun menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran humas dalam menangkal penyebaran informasi palsu di tengah masyarakat.

Ketua Umum Perhumas, Boy Kelana Soebroto, mengatakan pihaknya telah menerapkan standar internasional dalam peningkatan kompetensi kehumasan melalui kerja sama dengan Global Alliance for Public Relations and Communication Management yang berbasis di Zürich, Swiss.

“Jadi, kami mengacu dengan asosiasi PR global ini dalam memberikan akreditasi untuk standar kehumasan,” ujarnya di Banjarmasin.

Menurut Boy, kolaborasi global tersebut menjadi langkah penting guna menjamin kualitas kompetensi humas di Indonesia. Ia memastikan tidak ada perbedaan standar antara daerah satu dengan lainnya, baik di kota besar maupun wilayah pelosok.

“Tidak ada yang namanya Jakarta beda kualitasnya dengan Kalimantan. Itu semangat kami,” tegasnya.

Ia menjelaskan, perbedaan hanya terletak pada jenjang kompetensi, yakni muda, madya, dan utama dalam sistem sertifikasi profesi yang diterbitkan Perhumas.

Boy pun mengajak seluruh praktisi humas, baik dari instansi pemerintah, swasta, maupun BUMN, untuk bergabung dan mengikuti program peningkatan kapasitas yang dijalankan Perhumas.

“Kami punya strategi untuk meningkatkan kompetensi humas di seluruh Indonesia. Salah satunya melalui sertifikasi agar kualitasnya setara,” katanya.

Sementara itu, Ketua BPC Perhumas Banjarmasin, Bangkit Pratama, menegaskan pihaknya telah menyiapkan langkah konkret dalam menghadapi maraknya hoaks. Salah satunya dengan melakukan pemetaan isu yang berkembang di masyarakat.

“Kami ingin memetakan hoaks, mulai dari isu, konflik hingga potensi rasisme. Ini penting agar masyarakat bisa memahami apakah sebuah informasi sudah masuk kategori hoaks atau tidak,” ujarnya.

Bangkit menambahkan, edukasi menjadi kunci utama dalam menangkal penyebaran informasi palsu. Perhumas Banjarmasin, kata dia, akan aktif melakukan literasi komunikasi melalui berbagai platform, termasuk media sosial dan kerja sama dengan media massa.

“Perhumas akan terus mengedukasi, baik melalui media sosial maupun kolaborasi dengan media, humas pemerintah, dan swasta,” tandasnya.

Dengan langkah tersebut, diharapkan peran humas tidak hanya sebatas penyampai informasi, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam menjaga kualitas komunikasi publik yang sehat dan kredibel di tengah derasnya arus informasi digital.

Pos terkait