Pesawaran — Siang itu, udara di Desa Tanjung Rejo terasa berbeda. Bukan karena teriknya matahari, tetapi karena kobaran semangat yang menyala di dada warga. Dalam rangka TMMD ke-127, Kodim 0421/Lampung Selatan menggelar penyuluhan kamtibmas dan bahaya narkoba yang mengguncang kesadaran.
Suasana hening saat materi disampaikan. Setiap kalimat tentang kehancuran akibat narkoba menancap tajam di hati. Dijelaskan bagaimana zat terlarang itu merusak tubuh, melumpuhkan masa depan, dan menghancurkan keluarga tanpa ampun. Ancaman itu bukan cerita jauh — ia bisa menyusup diam-diam jika lengah.
Tak hanya narkoba, pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat ditegaskan dengan penuh semangat. Warga diajak untuk tidak apatis. Untuk peduli. Untuk berani berdiri menjaga kampungnya sendiri. Karena keamanan bukan hanya tugas aparat, tetapi tanggung jawab bersama.
Melalui TMMD ke-127, Tentara Nasional Indonesia membuktikan bahwa membangun desa bukan sekadar mengecor jalan atau mendirikan talud. Yang dibangun juga adalah ketahanan jiwa, keberanian moral, dan persatuan yang tak mudah digoyahkan.
Hari itu, di Desa Tanjung Rejo, sebuah janji tak tertulis terpatri kuat:
Desa ini tidak akan tunduk pada narkoba. Desa ini akan berdiri tegak menjaga kamtibmas. Desa ini akan melindungi generasinya, apa pun yang terjadi.






