TMMD ke-128 Kodim 1316/Boalemo Tambah 90 Meter Jalan Rabat Beton di Hutamonu

BOALEMO – Di tengah keterbatasan alat, sebuah pemandangan heroik tersaji di Desa Hutamonu, Kecamatan Botumoito, Sabtu (02/05/2026). Ratusan personel Satgas TMMD ke-128 Kodim 1316/Boalemo bersama warga lokal membuktikan bahwa semangat gotong royong adalah teknologi terbaik yang mereka miliki.

Sabtu ini, jalan rabat beton yang menjadi urat nadi desa kembali bertambah panjang 90 meter. Hebatnya, capaian ini diraih bukan melalui deru mesin canggih, melainkan lewat keringat dan kekuatan otot dalam ritme kerja estafet yang tak terhenti.

Medan yang sempit dan curam membuat distribusi material menjadi tantangan utama. Namun, keterbatasan itu justru melahirkan pemandangan unik: barisan prajurit dari Kodim 1316/Boalemo dan Yonif TP 915/Bitu’o yang bersinergi dengan warga, membentuk rantai manusia untuk mengangkut material secara manual.

Gerobak dorong (angkong) dan ember plastik menjadi saksi bisu perjuangan ini. Pasir, semen, dan batu pecah berpindah dari tangan ke tangan, menempuh jalur-jalur yang sempit.

“Di sini, tidak ada pangkat yang membatasi. Semua pegang sekop, semua angkut ember. Inilah seni sejati dari TMMD; kita tidak hanya membangun infrastruktur, tapi sedang merajut persaudaraan yang tak akan luntur oleh waktu,” ujar salah satu personel Satgas di sela debu pengerjaan.

Letkol Czi Wiratama Suryono, S.T., M.Si., M.S., selaku Dansatgas TMMD ke-128, menegaskan bahwa jalan ini adalah “hadiah” untuk kemandirian ekonomi Desa Hutamonu. Sebagai perwira dari Korps Zeni, ia tetap mengedepankan presisi meski pengerjaan dilakukan secara manual.

“Instruksi saya jelas, cepat tapi berkualitas. Jalan ini adalah urat nadi ekonomi. Jika beton ini kokoh, petani akan mudah mengangkut hasil bumi, dan anak-anak sekolah tak perlu lagi bertarung dengan lumpur saat musim hujan tiba,” tegas Letkol Czi Wiratama.

Meski matahari membakar kulit, semangat di lokasi tidak menunjukkan tanda-tanda surut. Dengan progres yang terus melonjak secara signifikan setiap harinya, Satgas optimistis seluruh sasaran fisik jalan akan tuntas sebelum upacara penutupan.

Jalan beton yang kini membentang di Hutamonu bukan sekadar proyek fisik. Ia adalah monumen kemenangan atas keterisolasian—sebuah bukti otentik bahwa di bawah panji TNI Manunggal Membangun Desa, tidak ada medan yang terlalu berat untuk ditaklukkan jika rakyat dan TNI bersatu.(1203).

Pos terkait