RANTAU – Suasana hangat penuh kebersamaan terasa di Panti Asuhan Budi Akhlaqul Karimah, Desa Banua Halat Kiri, Kecamatan Tapin Utara, Minggu (21/6). Di tempat itulah Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tapin memperingati Haul Bung Karno ke-56 sekaligus melaksanakan rangkaian Bulan Bung Karno Tahun 2026.
Tak sekadar mengenang Sang Proklamator, kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat kembali semangat kerakyatan yang selama ini menjadi ruh perjuangan Bung Karno.
Mengusung tema “Setialah Kepada Sumbermu” dengan subtema “Kekuatan Kita Harus Tetap Bersumber Kepada Kekuatan Rakyat, Tetap Apinya Semangat Rakyat”, kegiatan dihadiri jajaran pengurus DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tapin masa bakti 2025-2030, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Tapin, pengurus badan dan sayap partai, serta keluarga besar panti asuhan.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tapin, H Midpay Syahbani, menegaskan bahwa Haul Bung Karno bukan sekadar agenda tahunan. Lebih dari itu, menjadi pengingat bagi seluruh kader agar tidak pernah menjauh dari rakyat.
“Bung Karno mengajarkan bahwa politik harus berpihak kepada rakyat kecil. Semangat itulah yang harus terus kita jaga dan implementasikan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” ujarnya.
Menurut Midpay, nilai-nilai perjuangan Bung Karno tetap relevan di tengah berbagai tantangan zaman. Karena itu, kader partai harus terus hadir dan bekerja untuk kepentingan masyarakat.
Senada, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tapin, Ir Yuspianor ST, mengatakan Bulan Bung Karno tidak boleh dimaknai hanya sebagai kegiatan seremonial semata.
Ia menilai momentum tersebut harus menjadi sarana memperkuat ideologi partai sekaligus memperteguh semangat gotong royong di tengah kehidupan masyarakat.
“Kader PDI Perjuangan harus selalu hadir di tengah rakyat, mendengar dan memperjuangkan aspirasi masyarakat. Itulah nilai perjuangan Bung Karno yang harus terus diwariskan kepada generasi penerus,” katanya.
Pemilihan panti asuhan sebagai lokasi kegiatan juga memiliki makna tersendiri. Semangat berbagi dan kepedulian sosial yang diajarkan Bung Karno diwujudkan melalui kebersamaan dengan anak-anak panti.
Pengasuh Panti Asuhan Budi Akhlaqul Karimah, Hj Mariatul, mengaku bersyukur dan berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada panti asuhan tersebut sebagai tempat pelaksanaan kegiatan.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada keluarga besar PDI Perjuangan Kabupaten Tapin yang telah melaksanakan kegiatan Haul Bung Karno di tempat kami. Kehadiran para pengurus dan kader membawa kebahagiaan bagi anak-anak panti serta menjadi motivasi untuk terus menanamkan nilai kebersamaan, kepedulian sosial, dan cinta tanah air,” ungkapnya.
Dalam suasana khidmat, seluruh peserta mengikuti doa bersama untuk Bung Karno, refleksi nilai-nilai perjuangan kebangsaan, serta penguatan komitmen kader untuk terus mengabdi kepada rakyat sesuai cita-cita Proklamator Republik Indonesia.
Peringatan Haul Bung Karno ke-56 itu pun menjadi penegasan bahwa api perjuangan yang diwariskan sang pendiri bangsa tetap menyala. Dari sebuah panti asuhan di Banua Halat Kiri, pesan itu kembali digaungkan: kekuatan sejati selalu lahir dari rakyat dan harus kembali untuk rakyat.






