Sukoharjo – Terik matahari pagi yang menyinari jalan desa di Dukuh Parangjoro, Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo menyorot sebuah pemandangan sederhana di tengah aktivitas masyarakat yang justru menghadirkan makna mendalam.
Seorang warga lanjut usia berjalan pelan sambil menuntun sepeda tuanya yang dipenuhi rumput hijau untuk pakan ternak. Di belakangnya, seorang prajurit Satgas TMMD Reguler Ke-129 Kodim 0726/Sukoharjo tanpa ragu ikut mendorong beban tersebut hingga perjalanan terasa lebih ringan, Senin (20/7).
Peristiwa yang terjadi di sela-sela pelaksanaan program TMMD itu bukanlah agenda yang direncanakan. Namun, kepedulian tumbuh secara alami ketika prajurit melihat warga yang membutuhkan uluran tangan. Bagi Satgas TMMD, membantu masyarakat tidak selalu harus diwujudkan melalui pembangunan jalan, jembatan, atau fasilitas umum. Senyum warga yang kembali merekah setelah bebannya diringankan menjadi hasil pembangunan yang tak kalah berharga.
Sertu Wandi mengatakan, kehadiran personel Satgas TMMD di Desa Parangjoro membawa misi yang lebih luas daripada menyelesaikan sasaran fisik.
Menurutnya, keberadaan TNI harus mampu memberi manfaat dalam setiap aktivitas masyarakat.
“Kami ingin masyarakat merasakan bahwa TNI adalah bagian dari mereka. Ketika ada warga yang membutuhkan bantuan, sekecil apa pun, sudah menjadi tanggung jawab kami untuk hadir dan membantu,” ujarnya.
Momen sederhana itu menjadi potret nyata semangat kemanunggalan TNI dengan rakyat yang terus dijaga dalam setiap pelaksanaan TMMD Reguler Ke-129.
Dari sebuah dorongan pada sepeda tua di jalan desa, lahir pesan bahwa pengabdian tidak selalu diukur dari besarnya pekerjaan, melainkan dari keikhlasan membantu sesama. Nilai-nilai itulah yang terus menghidupkan semangat gotong royong sekaligus mempererat ikatan antara TNI dan masyarakat di Desa Parangjoro.(Red/Js).






