ACEH JAYA – Arus lalu lintas di Jalan Nasional Banda Aceh–Meulaboh sempat mengalami gangguan setelah sebuah pohon cemara tumbang dan menutup badan jalan di Km 132 kawasan Gunung Cintrang, Desa Sawang, Kecamatan Setia Bakti, Kabupaten Aceh Jaya, Senin (20/04/2026) sekitar pukul 15.50 WIB.
Peristiwa tersebut menyebabkan akses jalan dari kedua arah tidak dapat dilalui kendaraan untuk sementara waktu. Batang pohon yang berukuran cukup besar serta ranting yang berserakan di badan jalan menghambat mobilitas pengguna jalan yang melintas di jalur utama penghubung Banda Aceh dan wilayah pantai barat Aceh tersebut.
Jalan nasional tersebut merupakan salah satu jalur transportasi penting yang menghubungkan berbagai daerah di Provinsi Aceh. Oleh karena itu, penanganan cepat sangat diperlukan agar arus lalu lintas dapat segera kembali normal dan aktivitas masyarakat tidak terganggu dalam waktu yang lama.
Mendapatkan laporan mengenai kejadian tersebut, anggota Koramil 03/Setia Bakti Kodim 0114/Aceh Jaya segera bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan. Aparat TNI kemudian berkoordinasi dengan personel Polsek Setia Bakti, Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Aceh Jaya, serta masyarakat setempat guna melakukan pembersihan pohon yang tumbang.
Dengan semangat kebersamaan, petugas gabungan bersama warga langsung melakukan pemotongan batang pohon serta membersihkan ranting-ranting yang menutupi badan jalan. Proses tersebut dilakukan secara gotong royong agar jalur transportasi dapat segera dibuka kembali.
Anggota Koramil 03/Setia Bakti yang berada di lokasi menyampaikan bahwa tindakan cepat dilakukan untuk menghindari kemacetan yang lebih panjang di ruas jalan tersebut.
“Kami segera berkoordinasi dengan pihak terkait dan masyarakat setempat untuk melakukan pemotongan serta pembersihan pohon yang menutup badan jalan, sehingga arus lalu lintas dapat kembali normal,” ujar salah satu anggota di lokasi kejadian.
Proses penanganan dilakukan dengan menggunakan peralatan yang tersedia di lapangan. Batang pohon yang besar dipotong menjadi beberapa bagian agar lebih mudah dipindahkan dari badan jalan. Sementara itu, ranting-ranting kecil dan daun yang berserakan juga dibersihkan oleh warga dan petugas secara bersama-sama.
Kehadiran aparat TNI, Polri, BPBK, serta masyarakat menunjukkan sinergi yang kuat dalam menangani situasi darurat di wilayah tersebut. Kerja sama tersebut menjadi faktor penting dalam mempercepat proses pembersihan sehingga akses jalan dapat kembali digunakan oleh masyarakat.
Selain melakukan pemotongan pohon, petugas juga mengatur arus kendaraan yang sempat menumpuk di sekitar lokasi kejadian. Hal ini dilakukan untuk memastikan keselamatan pengguna jalan selama proses pembersihan berlangsung.
Beberapa pengendara terlihat berhenti sementara menunggu jalur kembali dibuka. Namun berkat kerja cepat dari tim gabungan, proses penanganan dapat diselesaikan dalam waktu relatif singkat.
Sekitar pukul 16.44 WIB, proses pemotongan dan pembersihan pohon tumbang berhasil diselesaikan. Setelah seluruh bagian pohon dipindahkan dari badan jalan, arus lalu lintas dari kedua arah kembali berjalan normal.
Kendaraan yang sebelumnya tertahan pun dapat melanjutkan perjalanan tanpa hambatan. Situasi di sekitar lokasi kejadian pun kembali kondusif.
Peristiwa pohon tumbang seperti ini umumnya dipicu oleh faktor cuaca dan kondisi alam, terutama di wilayah yang memiliki banyak pepohonan besar di sepanjang jalur jalan. Oleh karena itu, kewaspadaan terhadap potensi kejadian serupa tetap perlu ditingkatkan, terutama saat kondisi cuaca tidak menentu.
Kejadian tersebut juga menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan aparat dan masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi gangguan yang dapat terjadi secara tiba-tiba di wilayah.
Melalui respons cepat dari aparat kewilayahan serta dukungan masyarakat, dampak yang ditimbulkan dapat segera diatasi sehingga aktivitas masyarakat tidak terganggu dalam waktu yang lama.
Keterlibatan berbagai unsur dalam proses penanganan tersebut juga menunjukkan bahwa kerja sama antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga kelancaran aktivitas di wilayah.
Sinergi tersebut menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian bersama dalam menjaga keamanan, keselamatan, serta kelancaran mobilitas masyarakat, khususnya di jalur transportasi utama yang memiliki peranan strategis bagi kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat Aceh Jaya.(0114).






