Pembangunan dan Kebersamaan TMMD Menyentuh Warga Desa Parangjoro di Kecamatan Grogol

SUKOHARJO – Pembangunan dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) bukan sekadar menghadirkan jalan yang terbuka, talut yang berdiri, atau bangunan yang diperbaiki; di Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol, kebersamaan justru tumbuh lewat secangkir kopi dan obrolan santai di teras rumah warga.

Di sela kesibukan TMMD Reguler ke-129 Kodim 0726/Sukoharjo, Senin (20/7), Pratu Husni bersama Pratu Tio memilih beristirahat sejenak di teras rumah Bapak Joko. Tanpa sekat dan tanpa formalitas, mereka duduk berdampingan, berbincang hangat layaknya keluarga yang telah lama saling mengenal.

Percakapan ringan itu mengalir dari cerita tentang kehidupan sehari-hari, kondisi desa, hingga harapan masyarakat terhadap pembangunan yang sedang berlangsung. Bagi Satgas TMMD, mendengarkan langsung suara warga menjadi bagian penting dari pengabdian.

“Kami ingin hadir bukan hanya membangun fisik, tetapi juga membangun kebersamaan. Lewat ngobrol seperti ini kami jadi tahu langsung apa yang dibutuhkan warga,” tutur Pratu Husni.

Bagi Bapak Joko, kehadiran prajurit di teras rumahnya menjadi pengalaman yang membekas. Ia mengaku tidak menyangka anggota TNI yang setiap hari bekerja di lapangan masih menyempatkan diri berbincang santai dengan warga.

“Rasanya seperti saudara sendiri. Kami bisa bercerita apa saja, dan mereka mau mendengarkan. Kedekatan seperti ini membuat kami semakin semangat mendukung TMMD,” ungkapnya.

Suasana sederhana itu menjadi potret nyata kemanunggalan TNI dan rakyat. Tidak ada jarak antara prajurit dan masyarakat. Di balik seragam loreng yang dikenakan, tumbuh rasa saling percaya, saling menghargai, dan semangat gotong royong yang menjadi kekuatan utama pembangunan desa.

Melalui komunikasi sosial yang dilakukan secara alami seperti ini, TMMD menghadirkan nilai yang lebih besar dari sekadar pembangunan infrastruktur. Program ini juga menanamkan rasa kebersamaan, mempererat silaturahmi, dan membangun ikatan emosional antara TNI dengan masyarakat.

Di Desa Parangjoro, secangkir kopi mungkin akan segera habis. Namun kehangatan obrolan yang terjalin di teras rumah Bapak Joko akan terus menjadi cerita tentang bagaimana TMMD membangun desa sekaligus membangun hati masyarakat.(Red/Ns).

Pos terkait