Mitigasi Bencana Karhutla di Lampung Timur, Seskoad Tekankan Dialog Dua Arah

Tim KKL Seskoad Dikreg LXIV membawa misi khusus dalam menangani isu kebakaran hutan dan lahan di wilayah Lampung Timur. Sebanyak 14 perwira menengah dikerahkan untuk melakukan observasi dan interaksi langsung dengan masyarakat yang terdampak api. Provinsi Lampung dipilih menjadi salah satu lokasi prioritas selain Kepulauan Riau dan Sumatera Selatan dalam rangkaian kegiatan lapangan tahun ini.

Pelaksanaan KKL yang dipimpin oleh Kolonel Inf. Hasroel Thamim ini melibatkan kunjungan ke berbagai instansi pemerintah daerah untuk menghimpun data akurat. Selain bertemu Bupati dan Kapolres, para perwira juga mendatangi desa-desa yang memiliki titik api kritis seperti Desa Labuan Ratu dan Tambah Dadi. Hal ini dilakukan untuk memahami pola penyebaran api dan kendala pemadaman yang selama ini dihadapi petugas di lapangan.

Dalam diskusi bersama warga Desa Rantau Jaya Udik 2, terungkap bahwa masyarakat memerlukan dukungan infrastruktur pemadaman yang lebih nyata. Keinginan warga sangat jelas, yaitu pengadaan sumur bor dan selang panjang di area hutan agar api bisa segera dijinakkan sebelum meluas. Dialog dua arah ini dipuji karena dinilai efektif dalam menyerap keluhan yang selama ini mungkin tidak tersampaikan ke pusat.

Kehadiran Pasis Seskoad di tengah pemukiman warga memberikan kesan mendalam bagi masyarakat Lampung Timur. Para perwira tidak canggung untuk ikut serta dalam aktivitas gotong royong membersihkan fasilitas umum dan tempat ibadah di sela-sela tugas belajar mereka. Aksi ini menjadi bukti nyata bahwa TNI selalu hadir di tengah kesulitan rakyat, baik dalam urusan bencana maupun kegiatan sosial kemasyarakatan.

Pos terkait