
NABIRE – Upaya Satgas TMMD Ke-130 Kodim 1705/Nabire dalam menghadirkan akses air bersih bagi masyarakat terus berlanjut. Setelah beberapa sumur di wilayah Wanggar Sari, Distrik Wanggar, Kabupaten Nabire, berhasil diselesaikan dan dimanfaatkan, pembangunan kini menyasar Gereja GPDP Bahterah Nuh Wanggar Sari.
Pembangunan sumur tersebut menjadi bagian dari komitmen Satgas dalam menghadirkan sarana yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Selain dimanfaatkan jemaat, keberadaan sumber air di lingkungan gereja diharapkan juga dapat memberikan manfaat bagi warga sekitar.
Kapten Inf Marselus Tunianan selaku Pasi Ops Kodim 1705/Nabire dan Komandan SSK TMMD mengatakan, kebutuhan air bersih masih menjadi salah satu perhatian dalam pelaksanaan TMMD di wilayah Wanggar Sari.
Menurutnya, penyelesaian sejumlah sumur sebelumnya menjadi dorongan bagi Satgas untuk melanjutkan pembangunan di titik lain yang membutuhkan akses air bersih.
“Beberapa titik sumur sudah selesai dan sudah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat dan Puskesmas. Hari ini kita lanjutkan lagi di Gereja GPDP Bahterah Nuh Wanggar Sari,” katanya.
Ia menegaskan bahwa air bersih memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan di rumah ibadah.
“Air bersih adalah sumber kehidupan, baik untuk rumah ibadah maupun untuk warga,” lanjutnya.
Di lokasi pembangunan, personel Satgas bersama masyarakat terlihat bekerja secara gotong royong. Penggalian dilakukan secara manual dengan penuh semangat. Warga turut membantu prajurit dalam proses pengerjaan hingga pembangunan sumur dapat berjalan sesuai rencana.
Pihak Gereja GPDP Bahterah Nuh Wanggar Sari menyampaikan apresiasi atas perhatian Satgas TMMD. Dengan adanya sumur tersebut, kebutuhan air untuk jemaat, kegiatan ibadah serta aktivitas sehari-hari di lingkungan gereja diharapkan dapat terpenuhi dengan lebih baik.
Program TMMD Ke-130 Kodim 1705/Nabire sendiri mencakup berbagai sasaran pembangunan, mulai dari sumur, MCK hingga rumah layak huni. Seluruh kegiatan tersebut dilaksanakan dengan melibatkan masyarakat sebagai bagian dari semangat gotong royong.
Kehadiran Satgas di tengah masyarakat sekaligus menjadi sarana mempererat kemanunggalan TNI dan rakyat. Pembangunan yang dilakukan diharapkan tidak hanya meninggalkan fasilitas yang bermanfaat, tetapi juga memperkuat kebersamaan masyarakat dalam membangun wilayahnya.






