BANJARBARU – Kodim 1006/Banjar turut menghadiri kegiatan Rapat Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Premanisme dan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Bermasalah Tahun 2025 Kota Banjarbaru yang dilaksanakan di Aula Linggangan Intan DPRD Kota Banjarbaru, Rabu (12/11/2025).
Rapat yang dihadiri oleh unsur Forkopimda serta berbagai instansi terkait tersebut membahas langkah strategis dalam penanganan premanisme dan pengawasan terhadap aktivitas ormas yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Kodim 1006/Banjar diwakili oleh Pasi Intel Kapten Inf Arif Triyantoko, Pasiops Kapten Inf Dormen Simbolon, Pasiter Kapten Czi Puryanto, serta Pasandi Lettu Inf Subhan.
Asisten Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat Setdako Banjarbaru, Rizana Mirza, S.H., M.Kes., dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembentukan Satgas ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden RI melalui Menkopolhukam untuk menanggulangi premanisme dan ormas bermasalah secara nasional. Ia menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor, khususnya antara unsur TNI dan Polri, dalam menjaga stabilitas sosial di Kota Banjarbaru yang kini menjadi ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan.
Sementara itu, Pasi Intel Kodim 1006/Banjar Kapten Inf Arif Triyantoko dalam penyampaiannya menekankan pentingnya pendataan dan pengawasan terhadap ormas yang ada di wilayah Banjarbaru.
“Perlu adanya data yang akurat mengenai jumlah dan status keaktifan ormas agar pembinaan dan pengawasan dapat berjalan sesuai prosedur. Selain itu, Kodim 1006/Banjar siap bersinergi dalam upaya pencegahan potensi tindakan premanisme, terlebih menjelang kegiatan besar seperti Haul Sekumpul yang melibatkan mobilitas masyarakat cukup tinggi,” ujarnya.
Rapat juga memaparkan strategi Satgas Terpadu yang berfokus pada pencegahan, penegakan hukum, pembinaan, serta evaluasi terhadap aktivitas ormas di daerah. Berdasarkan data yang disampaikan Polres Banjarbaru, jumlah kasus premanisme di wilayah tersebut mengalami penurunan dari 134 kasus pada tahun 2024 menjadi 117 kasus pada tahun 2025, menandakan efektivitas awal dari langkah-langkah yang telah dijalankan.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan penegasan komitmen seluruh peserta rapat untuk terus memperkuat kolaborasi lintas instansi dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Kota Banjarbaru.
Dengan terselenggaranya rapat ini, diharapkan sinergi antara unsur TNI, Polri, Pemerintah Daerah, dan lembaga terkait dapat semakin solid dalam menekan praktik premanisme serta memastikan seluruh organisasi kemasyarakatan berjalan sesuai aturan dan tujuan pendiriannya, demi terciptanya Banjarbaru yang aman, tertib, dan kondusif.(1006).






