LAMONGAN — Mesin pemotong besi mengisi keheningan pagi di lokasi TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) ke-129 yang dijalankan oleh Kodim 0812/Lamongan. Di bawah sinar mentari yang makin terik, para prajurit dengan seragam loreng terlihat berpeluh. Tangan yang biasanya menggenggam senjata kini diibaratkan sebagai pengrajin yang teliti dalam mengukur dan memotong batang-batang besi polos untuk difungsikan sebagai patok penahan begesting pengecoran jalan rabat beton.
Walaupun sekilas pekerjaan ini tampak simpel, di balik ketelitian setiap ukuran terdapat langkah hati-hati yang berpengaruh terhadap kekuatan pondasi jalan. Patok-patok besi tersebut berperan penting untuk memastikan cetakan beton (begesting) tetap stabil ketika semen dituangkan, sehingga jalan desa dapat terbangun dengan baik dan bertahan untuk jangka waktu yang lama.
Bagi para prajurit Satgas TMMD, setiap potongan besi melambangkan bentuk pengabdian mereka kepada masyarakat. Kolaborasi antara prajurit dan warga tampak saat mereka bekerja sama dari langkah pengukuran hingga pemotongan material.
Jalan rabat beton ini diharapkan dapat mempermudah akses bagi para petani dan mempercepat pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut. Dalam kesibukan proyek, Tarno (52), salah satu warga, tidak dapat menyembunyikan rasa harunya melihat prajurit bekerja sambil menyapa hangat. “Jalan ini merupakan impian kami agar anak-anak bisa pergi ke sekolah tanpa terhalang dan hasil panen mudah diangkut,” kata Seno mengungkapkan rasa syukurnya.






