TTS, NTT – Musibah kebakaran kembali mengguncang wilayah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Satu unit rumah beserta kios milik warga di Desa Sono, Kecamatan Amanatun Utara, hangus dilalap si jago merah, Minggu (22/3/2026) pagi.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 09.30 WITA itu mengakibatkan seluruh bangunan dan isinya tidak tersisa. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kerugian materiil ditaksir cukup besar.
Babinsa Desa Sono, Serka Fransiskus Tahun, yang menerima informasi kejadian tersebut langsung bergerak cepat menuju lokasi. Tanpa menunggu lama, ia melakukan pemantauan, membantu pengamanan area, sekaligus menggali informasi dari warga sekitar guna mengetahui kronologi kejadian.
Keesokan harinya, Senin (23/3/2026), Babinsa kembali melakukan monitoring lanjutan dan memastikan seluruh data kerugian serta identitas korban terdokumentasi dengan baik untuk dilaporkan secara cepat ke komando atas.
Kerugian Capai Puluhan Juta Rupiah
Korban diketahui bernama Amos O Halla (47), warga setempat. Dalam kejadian tersebut, tidak hanya rumah yang terbakar, tetapi juga kios beserta seluruh isinya yang menjadi sumber penghidupan korban.
Sejumlah barang berharga ikut hangus, di antaranya: Satu unit rumah beserta meteran listrik, Kios dan sembako di dalamnya
Uang tunai sebesar Rp10 juta, Perabot rumah tangga seperti meja, kursi, kasur, dan lemari
Surat-surat penting seperti ijazah, KTP, KK, dan akta nikah,Seluruh perlengkapan dapur, dan total kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
Kehadiran Babinsa di tengah situasi darurat ini menjadi bukti nyata peran TNI di wilayah binaan. Tidak hanya memantau, Babinsa juga berperan aktif dalam memastikan informasi akurat dan pelaporan cepat ke satuan atas.
Langkah sigap tersebut dinilai sangat penting untuk percepatan penanganan serta kemungkinan bantuan lanjutan bagi korban.
“Babinsa langsung turun ke lokasi, mengumpulkan data, dan melaporkan secara cepat. Ini bentuk tanggung jawab dan kepedulian terhadap masyarakat,” ujar salah satu warga setempat.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi kebakaran, terutama di lingkungan pemukiman.
Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penelusuran.(pen1621)







