HULU SUNGAI SELATAN – Menjelang arus mudik dan balik Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M, Komando Distrik Militer 1003/Hulu Sungai Selatan (Kodim 1003/HSS) menegaskan kesiapan penuh untuk bersinergi dengan Kepolisian Resor Hulu Sungai Selatan (Polres HSS) dan unsur lintas sektoral lainnya. Komitmen tersebut ditunjukkan secara langsung melalui kehadiran dan partisipasi aktif dalam Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat “Ketupat” 2026 yang digelar Polres HSS. Kamis (12/3/26)
Apel gelar pasukan menjadi tanda dimulainya operasi terpadu yang memfokuskan pengamanan jalur mudik balik, titik keramaian, serta potensi gangguan keamanan menonjol di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Dalam keteranganya, Komandan Kodim 1003/HSS Letkol Inf Ading Priyotantoko menyampaikan bahwa keterlibatan TNI merupakan wujud nyata tugas pokok menjaga stabilitas wilayah sekaligus bentuk soliditas dengan Polri dan pemerintah daerah.
Peran dan Dukungan Kodim 1003/HSS
Menurut Letkol Inf Ading Priyotantoko, Kodim 1003/HSS telah menyiapkan personel Bintara Pembina Desa (Babinsa) untuk diperbantukan di Pos Pengamanan, Pos Pelayanan, dan Pos Terpadu yang tersebar di sejumlah titik strategis mulai dari jalur utama lintas kabupaten, terminal, hingga kawasan pasar tradisional yang diperkirakan akan mengalami lonjakan aktivitas masyarakat.
Selain penempatan personel, Kodim 1003/HSS juga menekankan pentingnya penyamakan persepsi di lapangan agar seluruh unsur pengamanan mengedepankan langkah preventif dan humanis. “Kita tidak hanya hadir untuk menindak, tapi lebih penting mencegah potensi gangguan melalui pendekatan komunikatif dan kehadiran yang dirasakan masyarakat sebagai pelindung, bukan beban,” tegasnya.
Sinergi Lintas Sektoral
Operasi Ketupat 2026 menempatkan kolaborasi TNI-Polri dan pemerintah daerah sebagai pusat strategi. Polres HSS memimpin operasi dengan dukungan Kodim 1003/HSS, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Kesehatan, serta organisasi kemasyarakatan. Pola kerja sama ini diharapkan mempercepat respons terhadap kemacetan, kecelakaan lalu lintas, hingga kerawanan tindak kriminal yang kerap meningkat saat momentum mudik.
Dandim menambahkan, tradisi mudik Lebaran yang melekat pada masyarakat Indonesia saling mengunjungi sanak saudara dan bersilaturahmi harus dijaga agar berjalan aman, tertib, dan nyaman. “Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat sudah menjadi bagian dari keseharian. Dalam operasi ini, peran mereka diperluas untuk memastikan jalur mudik bersih dari hambatan, masyarakat merasa terlindungi, dan pesan-pesan kebangsaan tetap tersampaikan,” ujarnya.
Kehadiran Kodim 1003/HSS dalam Operasi Ketupat 2026 menjadi bukti bahwa stabilitas keamanan wilayah hanya dapat terwujud lewat sinergi erat antarinstansi. Dengan kekuatan Babinsa yang tersebar hingga level desa, operasi ini diharapkan mampu menekan potensi gangguan keamanan, mengurai kepadatan arus mudik-balik, serta menghadirkan suasana Idul Fitri yang aman, damai, dan penuh kebersamaan bagi seluruh masyarakat Hulu Sungai Selatan.
@pendim1003






