ACEH BARAT – Dalam rangka menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan 1447 H, Dandim 0105/Abar Letkol Inf S. Kembaren, S.E., M.I.P., CFrA., yang diwakili Kasdim Mayor Cke Teguh Widodo, secara simbolis menyerahkan pembagian daging “Uroe Meugang” kepada prajurit. Kegiatan tersebut digelar di Makodim 0105/Abar yang berlokasi di Jalan Imam Bonjol, Desa Drien Rampak, Kecamatan Johan Pahlawan, Selasa (17/02/2026).
Tradisi Meugang atau “Mak Meugang” merupakan warisan budaya masyarakat Aceh yang telah turun-temurun dilaksanakan menjelang bulan Ramadhan, Idul Fitri, maupun Idul Adha. Pada momentum penuh makna ini, Kodim 0105/Abar menyembelih sebanyak tiga ekor lembu untuk dibagikan kepada seluruh prajurit dan keluarga besar Kodim 0105/Abar.
Melalui Kasdim, Dandim menyampaikan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya sebatas melestarikan adat budaya Aceh, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antara pimpinan dan jajaran.
“Pemberian daging Meugang ini bukan sekadar menjaga tradisi adat ‘Mak Meugang’, namun juga sebagai wujud kebersamaan dan perhatian pimpinan kepada seluruh prajurit. Momentum ini hendaknya semakin mempererat hubungan kekeluargaan di lingkungan Kodim,” kutip Kasdim.
Bagi masyarakat Aceh, Meugang memiliki berbagai dimensi nilai ajaran Islam dan adat istiadat, salah satunya nilai religius dalam berbagi antar sesama serta memperkuat kebersamaan. Tradisi ini menjadi simbol rasa syukur dan kegembiraan umat Muslim dalam menyambut bulan penuh kesucian dan maghfirah.
Dandim juga berharap pembagian daging Meugang ini dapat menambah rasa syukur atas nikmat Allah SWT menjelang pelaksanaan ibadah puasa yang sudah di depan mata.
“Di momen baik ini, kami atas nama Keluarga Besar Kodim 0105/Abar mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa, mohon maaf lahir dan batin. Mari kita saling menghormati, menghargai, serta menjunjung tinggi toleransi. Semoga melalui ajang ini, kita semakin erat dan semakin solid,” tutup Kasdim.
Dengan semangat kebersamaan dan nilai luhur tradisi Meugang, Kodim 0105/Abar berkomitmen terus menjaga kearifan lokal sekaligus memperkuat soliditas internal dalam menyongsong Ramadhan 1447 Hijriah.(0105).






