BOJONEGORO, – Pembangunan suatu area tidak hanya dapat diukur melalui infrastruktur fisik, tetapi juga melalui kemudahan akses bagi masyarakat untuk mendapatkan hak-hak mereka sebagai warga negara. Kedua aspek ini menjadi penting bagi keberhasilan pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 yang berlangsung di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro.
Dalam program ini, TMMD tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur tetapi juga menjadikan administrasi kependudukan sebagai perhatian utama. Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) mengadakan sosialisasi dan layanan Adminduk pada Kamis (6/8/2026). Kegiatan ini melibatkan perwakilan desa, mahasiswa KKN, serta masyarakat setempat.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat mendorong kesadaran akan dokumen kependudukan serta mempromosikan inovasi layanan publik berbasis digital. Dalam hal ini, Arifin, Kasi Pemerintahan Kecamatan Kedungadem, meminta para peserta untuk memanfaatkan aplikasi Panah Srikandi dari Dispendukcapil yang memudahkan urusan administrasi kependudukan.
Aplikasi ini memungkinkan warga untuk mengurus dokumen dengan lebih efisien tanpa harus jauh-jauh ke kantor kecamatan. Menurut Arifin, hampir semua keperluan administrasi kini bisa ditangani di tingkat desa, meningkatkan aksesibilitas bagi masyarakat.






