Di Tapal Batas, Satgas TMMD Kodim 1618/TTU dan Warga Satukan Tenaga Timbun Harapan Baru Pendidikan

NTT–Kefamenanu, Senin (16/02/2026). Semangat gotong royong kembali terpancar dalam progres pembangunan empat ruang kelas baru SMAN Bikomi Nilulat di Desa Sunkaen, Kecamatan Bikomi Nilulat, Kabupaten TTU. Dalam program TMMD Ke-127 Kodim 1618/TTU, personel Satgas bersama masyarakat terlihat kompak mengangkat dan mengisi tanah ke dalam ruang kelas yang tengah dibangun, sebagai bagian dari tahapan pengerjaan infrastruktur pendidikan di wilayah perbatasan.

Di lapangan, kebersamaan terasa begitu kuat. Personel Satgas TMMD Kodim 1618/TTU dan warga saling bahu-membahu, memindahkan tanah menggunakan sekop dan gerobak dorong, serta ember ember yang di pegang erat di bawah terik matahari. Tidak ada sekat, tidak ada perbedaan—yang ada hanyalah satu tujuan mulia: mempercepat pembangunan agar ruang kelas baru segera dapat dimanfaatkan oleh para siswa. Pemandangan ini menjadi gambaran nyata kemanunggalan TNI dan rakyat yang terus terjaga.

Proses pengisian dan perataan tanah dilakukan dengan penuh ketelitian guna memastikan lantai ruang kelas memiliki struktur yang padat dan kokoh. Setiap tahapan dikerjakan secara sistematis demi menjaga kualitas bangunan. Empat ruang kelas yang tengah dibangun tersebut diharapkan menjadi fasilitas yang representatif dan nyaman bagi generasi muda di perbatasan untuk menimba ilmu.

Program TMMD Ke-127 Kodim 1618/TTU bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga wujud nyata kepedulian terhadap masa depan pendidikan di Kabupaten TTU. Partisipasi aktif masyarakat Desa Sunkaen menjadi kekuatan utama dalam mempercepat progres pekerjaan. Sinergi ini membuktikan bahwa pembangunan akan berjalan lebih cepat dan bermakna ketika dikerjakan bersama-sama.

Secara terpisah, Dandim 1618/TTU Letkol Arm Didit Prasetyo Purwanto, S.E., selaku Dansatgas TMMD Ke-127 wilayah perbatasan, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh personel Satgas dan masyarakat yang telah menunjukkan dedikasi dan semangat kebersamaan. Ia menegaskan bahwa kerja keras ini merupakan investasi jangka panjang bagi kemajuan pendidikan di wilayah perbatasan. “Kami berharap semangat gotong royong ini terus terpelihara. Pendidikan adalah fondasi utama kemajuan bangsa, dan apa yang kita bangun hari ini adalah harapan bagi generasi masa depan,” ungkapnya.
(PENDIM 1618/TTU)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *