Ketapang – Semangat pantang menyerah kembali ditunjukkan oleh Komandan Kodim (Dandim) 1203/Ketapang, Letkol Inf Zulkarnaen Galib, S.H., yang turun langsung memimpin penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Sungai Awan Kanan, Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang, Rabu (29/07/2026).
Di tengah medan yang berat, suhu yang menyengat, serta kepulan asap yang menyelimuti lokasi, Dandim bersama personel TNI, Babinsa, aparat terkait, dan masyarakat bahu-membahu memadamkan api agar tidak semakin meluas. Kehadiran Dandim di lokasi menjadi bukti nyata bahwa TNI selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai pelindung negara, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam menghadapi bencana yang mengancam keselamatan warga dan kelestarian lingkungan.
Dengan penuh semangat, Letkol Inf Zulkarnaen Galib, S.H. memberikan arahan sekaligus memimpin langsung upaya pemadaman dan koordinasi di lapangan. Kebersamaan antara TNI, pemerintah daerah, instansi terkait, serta masyarakat menjadi kekuatan utama dalam mempercepat pengendalian titik api.
“Penanganan Karhutla adalah tanggung jawab bersama. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sedini mungkin,” tegas Dandim di sela-sela kegiatan.
Aksi heroik yang ditunjukkan Dandim bersama para Babinsa mendapat apresiasi dari masyarakat setempat. Kehadiran mereka di garis depan memberikan semangat dan rasa aman bagi warga yang turut berjibaku memadamkan kobaran api.
Kodim 1203/Ketapang menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan seluruh elemen masyarakat dalam mencegah dan menangani Karhutla. Langkah cepat, kepemimpinan yang sigap, serta semangat gotong royong menjadi kunci dalam menjaga Kabupaten Ketapang tetap aman dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.
Semangat pengabdian tanpa mengenal lelah yang ditunjukkan Letkol Inf Zulkarnaen Galib, S.H. menjadi cerminan nyata jati diri prajurit TNI yang selalu hadir untuk rakyat. Bersama masyarakat, TNI terus berdiri di garis terdepan menjaga bumi Ketapang, melindungi lingkungan, serta memastikan keselamatan masyarakat dari ancaman bencana Karhutla.(1203).






