BARITO KUALA – Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila tingkat Kabupaten Barito Kuala tahun 2026 digelar khidmat dan penuh semangat di Halaman Kantor Pemerintahan Daerah Kabupaten Barito Kuala, Jalan Pangeran Antasari No. 01, Kelurahan Marabahan Kota, Kecamatan Marabahan, pada Senin (1/6).Upacara ini dipimpin langsung oleh Bupati Barito Kuala, Dr. H. Bahrul Ilmi, S.H., M.H., selaku Inspektur Upacara.
Hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain Ketua DPRD Kabupaten Barito Kuala Ayu Dyan Liliana Sari Wiryono, A.Md.Keb., Dandim 1005/Barito Kuala Letkol Inf Anton Mahriadi S.Sos., Sekretaris Daerah Kabupaten Barito Kuala Ir. H. Zulkipli Yadi Noor, M.Sc., Komandan Pos Lanal Marabahan Letkol Laut (P) Galih Nurna Putra, S.H., M.Tr.Opsla., Wadanyon TP 925/KSW Kapten Inf Yoan Yohanes Pulo, Komandan Kompi A Brimob Kompol Nyoman Subawa, Kepala Kejaksaan Negeri Barito Kuala Dr. Andrianto Budi Santoso, S.H., M.H., Ketua Pengadilan Negeri Marabahan Dwi Ananda Fajarwati, S.H., M.H., Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Barito Kuala Aris Saputera, S.STP., M.Si., para Kepala Dinas dan pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), serta perwakilan organisasi wanita seperti Gow, Persit, Bhayangkari, dan IAD Kabupaten Barito Kuala.
Mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, amanat resmi Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia yang dibacakan oleh Bupati Barito Kuala menegaskan bahwa nilai-nilai luhur Pancasila bukan sekadar dasar negara, melainkan juga jawaban nyata bagi perdamaian dunia yang abadi. Dalam amanat tersebut disampaikan bahwa Pancasila adalah “bintang penuntun” yang telah membuktikan ketangguhannya, mampu menyatukan keberagaman ribuan pulau dan ratusan suku bangsa di Indonesia, serta berperan sebagai “jangkar moral” dalam menghadapi tantangan global mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik.
“Pancasila bukan hanya milik bangsa Indonesia, tetapi juga memiliki makna besar bagi dunia. Sebagaimana amanat Pembukaan UUD 1945, kita memiliki tanggung jawab ikut menjaga ketertiban dunia berdasar kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Nilai musyawarah dan mufakat yang kita pegang erat adalah kunci diplomasi terbaik untuk menjembatani perbedaan dan menghentikan konflik di mana pun berada,” tegas Bupati Dr. H. Bahrul Ilmi saat membacakan amanat, seraya menambahkan bahwa peran aktif Indonesia melalui pasukan perdamaian PBB, mediasi konflik, dan suara keadilan bagi bangsa lain adalah wujud nyata pengamalan sila kedua: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.
Lebih lanjut, Bupati mengingatkan agar Pancasila tidak hanya menjadi simbol atau tulisan sejarah semata, melainkan dijadikan ideologi yang hidup dan diterapkan dalam setiap langkah kehidupan berbangsa dan bernegara. “Kemajuan ekonomi dan teknologi tanpa landasan moral hanya akan menyesatkan. Saya mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda, menjadikan Pancasila sebagai pedoman hidup. Kepada seluruh pimpinan daerah dan pejabat, saya titipkan nilai ini di tangan Anda, pastikan setiap kebijakan yang dibuat berlandaskan keadilan sosial, menjamin hak rakyat terkecil, dan tidak ada satu pun warga yang tertinggal. Kita juga harus terus melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang berpotensi merusak persatuan kita,” tambahnya dengan tegas.
Sementara itu, Dandim 1005/Barito Kuala, Letkol Inf Anton Mahriadi S.Sos., dalam keterangannya di sela-sela kegiatan menyambut baik peringatan ini dan menegaskan komitmen TNI dalam menjaga keutuhan ideologi negara. “Bagi kami TNI, Pancasila adalah ruh dan landasan utama dalam setiap tugas pengabdian. Peringatan Hari Lahir Pancasila ini menjadi momen penting untuk mengingat kembali sejarah lahirnya dasar negara ini, hasil kesepakatan besar para pendiri bangsa untuk menyatukan kita yang sangat beragam. Di tengah tantangan zaman, tugas kita semua adalah menjaga nilai ini tetap hidup, menanamkannya ke setiap lapisan masyarakat, dan memastikan persatuan NKRI tetap kokoh berdiri,” ujar Letkol Inf Anton Mahriadi.
Ia juga menyoroti pentingnya pengamalan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, mengingat masih adanya fenomena saling menyalahkan dan penurunan etika publik yang dikhawatirkan dapat menggerus semangat persatuan. “Pancasila lahir justru untuk menyatukan perbedaan. Sangat disayangkan jika nilai pemersatu ini justru melemah karena sikap saling curiga atau merendahkan orang lain. Oleh karena itu, TNI di wilayah ini akan terus berperan aktif bersama unsur terkait untuk mengedukasi, mengajak, dan mengawal agar semangat Pancasila dan toleransi tetap terjaga dengan baik di tengah masyarakat Barito Kuala,” tambahnya.
Kegiatan peringatan ini pun menjadi momen refleksi sejarah, mengenang kembali peristiwa bersejarah penyampaian dasar negara dalam Sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), yang kini kembali difungsikan sebagai penyangga utama keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan penguat toleransi antar golongan.
Di akhir amanat, seluruh peserta diajak meneguhkan komitmen bersama, menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi religiusitas, persatuan, dan kemanusiaan. Acara ditutup dengan semangat “Selamat Hari Lahir Pancasila! Jayalah Indonesiaku! Merdeka!” yang dikumandangkan bersama seluruh peserta upacara.(1005).






