Kabupaten Gunung Mas menjadi pusat perhatian Pasis Sesko TNI Dikreg LVI dalam upaya memperkuat pertahanan daerah terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan. Penyuluhan dilakukan secara serentak di Kantor Kodim 1018/Gms, BPBD, dan ATR/BPN guna memberikan wawasan mengenai aturan perundang-undangan terkait lingkungan hidup. Langkah preventif ini dirasa perlu untuk meminimalisir dampak buruk asap bagi kesehatan dan ekonomi masyarakat.
Penyampaian materi difokuskan pada pola koordinasi yang efektif antara TNI, pemerintah kabupaten, dan lembaga pendukung lainnya. Kunjungan langsung ke kantor-kantor dinas ini menjadi momentum untuk menyelaraskan langkah dalam menghadapi musim kemarau yang rawan bencana. Pasis Sesko TNI memastikan bahwa hubungan kerja yang baik adalah kunci utama keberhasilan mitigasi karhutla di wilayah tersebut.
Teknik deteksi dini melalui pemantauan hotspot menjadi kurikulum utama dalam sesi edukasi yang diberikan oleh para perwira tersebut. Peserta diajarkan cara membaca anomali cuaca serta mengenali tanda-tanda awal kebakaran yang seringkali terabaikan. Kecepatan dalam melaporkan temuan lapangan menjadi salah satu prosedur operasi standar yang wajib dipahami oleh setiap personel keamanan dan sipil.
Pihak militer melalui Babinsa juga diinstruksikan untuk terus waspada terhadap kondisi vegetasi kering yang mudah tersulut api. Mengingat catatan sejarah karhutla di daerah ini, kewaspadaan tinggi harus tetap dijaga meski kondisi cuaca masih terlihat kondusif. Akhir dari penyuluhan ini ditujukan untuk menciptakan tim reaksi cepat yang solid dalam menjaga stabilitas keamanan lingkungan di Gunung Mas.






