Barisan Tegap Puluhan Prajurit Mengisi Lapangan Upacara Desa Patukku Bontocani

BONE – Di tengah lapangan upacara puluhan prajurit berdiri tegap tanpa bergeming; matahari pagi baru saja menghangatkan Desa Patukku, Kecamatan Bontocani, Rabu (15/7).

Barisan pasukan dalam Upacara Pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Kodim 1407/Bone bukan sekadar rangkaian seremoni. Ketegapan mereka menjadi simbol kesiapan TNI bersama pemerintah daerah dan masyarakat untuk memulai perjalanan membangun desa.

Pembukaan TMMD dipimpin langsung oleh Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., didampingi Kolonel Inf. Robinson Tallupadang, S.I.P., M.H., serta dihadiri unsur Forkopimda, para kepala OPD, Forkopimcam, kepala desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan berbagai elemen masyarakat.

Mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa”, kegiatan tahun ini menyasar Kecamatan Bontocani dan Kecamatan Sibulue sebagai wilayah prioritas pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat.

Bagi warga yang menyaksikan upacara, barisan prajurit yang berdiri kokoh menghadirkan rasa optimistis. Mereka bukan hanya melihat pasukan, tetapi juga melihat harapan akan jalan yang lebih baik, akses yang lebih mudah, dan kehidupan desa yang semakin maju.

Komandan Kodim 1407/Bone selaku Dansatgas TMMD Ke-129, Letkol Inf. Laode Muhammad Idrus, mengatakan setiap prajurit yang berdiri di lapangan hari itu membawa tekad untuk bekerja bersama masyarakat, bukan sekadar hadir dalam upacara.

“Ketegapan pasukan ini bukan untuk menunjukkan kekuatan semata, melainkan kesiapan hati untuk mengabdi. Kami ingin masyarakat merasakan bahwa TNI hadir sebagai sahabat yang bekerja, berkeringat, dan bergotong royong bersama mereka. Seperti matahari yang perlahan mengusir embun pagi, kami berharap kehadiran TMMD mampu membuka jalan bagi tumbuhnya harapan baru di desa-desa ini,” ungkapnya.

Baginya, keberhasilan TMMD bukan hanya ketika pembangunan fisik selesai dikerjakan. Nilai terbesar justru lahir saat prajurit dan masyarakat saling bahu-membahu, menjadikan setiap cangkul, setiap tetes keringat, dan setiap senyum warga sebagai bagian dari cerita pembangunan yang akan dikenang.

Saat aba-aba upacara berakhir, barisan pasukan perlahan dibubarkan. Namun semangat yang mereka tinggalkan tetap berdiri tegak—menjadi pertanda bahwa pengabdian baru saja dimulai, dan harapan masyarakat Bone akan terus melangkah bersama TMMD Ke-129.(Red/Js).

Pos terkait