ACEH BARAT – Mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi akibat curah hujan yang meningkat, Danrem 012/Teuku Umar bersama Bupati Aceh Barat dan jajaran mengadakan apel siaga untuk memastikan kesiapan menghadapi kemungkinan yang terjadi di lapangan.
Apel tersebut sekaligus menjadi sarana mengecek kesiapan personel, sarana dan prasarana yang akan digunakan apabila kondisi darurat terjadi. Banjir, tanah longsor, pohon tumbang, serta dampak lain akibat cuaca ekstrem menjadi sejumlah kondisi yang perlu diantisipasi.
Danrem 012/Teuku Umar bersama Bupati Aceh Barat menekankan pentingnya kesiapan setiap unsur serta kecepatan dalam mengambil tindakan ketika bencana terjadi. Koordinasi lintas instansi menjadi salah satu kunci agar penanganan terhadap masyarakat dapat dilakukan secara cepat dan terarah.
Dalam kesiapan tersebut, TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD, Basarnas, instansi terkait, dan unsur masyarakat memiliki peran masing-masing. Personel serta peralatan yang diperlukan juga dipastikan berada dalam kondisi siap sehingga dapat segera digerakkan ketika dibutuhkan.
Bupati Aceh Barat mengingatkan masyarakat untuk tidak mengabaikan perubahan cuaca, terutama mereka yang tinggal di kawasan rawan banjir dan longsor. Kewaspadaan sejak dini dinilai penting untuk mengurangi risiko ketika kondisi cuaca memburuk.
“Kesiapsiagaan bukan hanya tanggung jawab pemerintah dan aparat, tetapi membutuhkan peran serta seluruh masyarakat. Dengan koordinasi dan sinergi yang baik, kita dapat meminimalkan risiko serta dampak yang mungkin terjadi,” ujar Bupati Aceh Barat.
Danrem 012/Teuku Umar menegaskan bahwa jajaran TNI siap bekerja bersama pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait apabila penanganan bencana diperlukan. Dukungan personel akan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan untuk membantu masyarakat menghadapi kondisi darurat.
Pemantauan terhadap perkembangan kondisi wilayah juga akan terus dilakukan. Pemerintah daerah bersama unsur terkait diharapkan dapat segera mengambil langkah yang diperlukan apabila terjadi perubahan situasi yang berpotensi mengancam keselamatan masyarakat.
Apel siaga berlangsung tertib dengan diikuti jajaran TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD, serta unsur terkait lainnya. Kesiapan lintas sektor tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kemampuan bersama dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Barat.(Pr012).






