SUKOHARJO – Teriknya begitu menyengat saat matahari siang menggantung tepat di atas Dusun Jengkangan, Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol.
Memasuki hari kesembilan pelaksanaan TMMD, Kamis (23/7), aktivitas pembangunan talud terus berlangsung. Mesin molen berputar tanpa henti, sementara warga, personel TNI, dan anggota Polri saling bergantian mengangkut pasir, batu, serta adukan semen menuju lokasi pekerjaan. Semua bergerak dalam irama yang sama, tanpa komando panjang, seolah telah memahami peran masing-masing.
Suasana di lokasi pembangunan tidak hanya dipenuhi suara alat kerja, tetapi juga percakapan hangat yang sesekali diselingi tawa. Kebersamaan itu menjadi penawar lelah di tengah pekerjaan yang menguras tenaga.
Pembangunan talud penahan tanah sepanjang 500 meter menjadi salah satu sasaran utama TMMD karena memiliki manfaat penting bagi masyarakat. Selain memperkuat badan jalan desa, talud tersebut diharapkan mampu mengurangi risiko longsor maupun erosi ketika intensitas hujan meningkat.
Salah seorang warga mengaku bangga dapat ikut terlibat dalam pembangunan bersama Satgas TMMD. Baginya, pekerjaan yang awalnya terasa berat berubah menjadi ringan karena dikerjakan secara bergotong royong.
“Kami merasa memiliki pembangunan ini karena ikut mengerjakannya. Harapannya nanti hasilnya bisa dinikmati anak cucu kami,” ungkapnya.
Program TMMD kembali menunjukkan bahwa pembangunan bukan hanya tentang menyelesaikan sasaran fisik. Lebih dari itu, TMMD menjadi ruang yang mempertemukan berbagai elemen masyarakat dalam satu tujuan. Seperti batu yang saling menguatkan dalam sebuah talud, kebersamaan yang terbangun hari ini diharapkan menjadi pondasi kokoh bagi kemajuan Desa Parangjoro di masa mendatang.(Red/Js).






