PEGUNUNGAN ARFAK – Memasuki hari kelima pada Rabu (22/7/2026), Kodim 1812/Pegaf hadir dalam operasi kemanusiaan mencari Yanto Idorway, jurnalis TVRI yang hilang di kawasan Wisata Air Terjun Kampung Sisrang, Distrik Anggi Gida, dengan mengerahkan pasukan dan peralatan taktis untuk menghadapi medan menantang.
Dipimpin langsung oleh Plh. Danramil 1812-01/Pegaf, Kapten Inf Suhadi, sebanyak 12 personel Kodim 1812/Pegaf disiagakan bersama Basarnas dan Polri. Tidak hanya menerjunkan personel, Kodim Pegaf, Polres, Basarnas, juga mengerahkan dukungan logistik dan peralatan vital, di antaranya kendaraan Double Cabin, 6 unit motor trail untuk menembus medan terjal, 8 buah pelampung, Radio HT, serta penyediaan 1 unit internet satelit Starlink untuk memastikan jaringan komunikasi tim gabungan tetap terhubung di wilayah blank spot.
Operasi pencarian pada hari kelima dimulai Pukul 08.00 WIT dengan menggelar apel kesiapan. Untuk mengoptimalkan pergerakan personel di lapangan, Kodim bersama tim gabungan menerapkan strategi membagi kekuatan menjadi dua kelompok utama: Tim Pencari dan Tim Penutup Sumber Aliran Air Terjun yang berada di hulu Danau Anggi Gida.
Tim penutup hulu bersama masyarakat setempat berhasil menekan debit air. Langkah ini sangat membantu prajurit Kodim dan regu penyelamat lainnya untuk bisa fokus menyisir sela-sela bebatuan di sepanjang aliran sungai yang biasanya tertutup arus deras.
Tim pencari darat yang terbagi dari dua arah (dari arah TKP dan dari Distrik Membey) melakukan penyisiran sungai sejauh 1,5 kilometer. Pencarian ini juga diperkuat dengan pantauan udara menggunakan Drone Thermal Basarnas sejauh 500 meter untuk melacak keberadaan korban, hingga kedua tim akhirnya bertemu di satu titik.
Meski telah melakukan manuver dan upaya maksimal, hingga tim ditarik mundur, keberadaan Yanto Idorway masih belum ditemukan (nihil). Seluruh personel kemudian ditarik kembali untuk apel pengecekan pada pukul 16.00 WIT sebelum kembali ke Home Base.
Kendala alam diakui menjadi tantangan terberat bagi prajurit Kodim dan Tim SAR Gabungan. Temperatur yang sangat dingin, arus air yang masih tergolong deras, serta kondisi cuaca di Anggi Gida yang diselimuti kabut tebal sangat membatasi jarak pandang dan ruang gerak personel. Walau demikian, moril pasukan terpantau tetap tinggi.
Operasi gabungan yang melibatkan personel dari Kodim 1812/Pegaf, Basarnas (Pegaf dan Pabar), Polres Pegaf, Satbrimob Polda Pabar, Tim Medis Puskesmas Anggi, hingga relawan masyarakat dan pihak keluarga ini akan kembali dilanjutkan esok hari.
Fokus operasi selanjutnya akan tetap pada penyisiran intensif menyusuri aliran sungai dari arah TKP sampai dengan wilayah Distrik Membey. Kodim 1812/Pegaf memastikan akan terus mengawal dan membantu proses pencarian ini secara maksimal.(1812).






