Kodim 1003/HSS dan Pemkab HSS Bahas Kesiapsiagaan Penanggulangan Karhutla

HULU SUNGAI SELATAN – Komando Distrik Militer (Kodim) 1003/Hulu Sungai Selatan (HSS) menegaskan kesiapsiagaan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) seiring mulai berlangsungnya musim kemarau. Komitmen itu disampaikan Komandan Kodim 1003/HSS Letkol Inf Ading Priyotantoko saat menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Kesiapsiagaan Penanggulangan Karhutla bersama Pemerintah Kabupaten HSS dan para pemangku kepentingan lintas sektoral di Pendopo Kabupaten HSS, Jalan A. Yani, Kandangan, Kamis (16/7/2026).

Rakor tersebut menjadi langkah strategis untuk menyatukan persepsi, memperkuat koordinasi serta menyusun langkah antisipatif guna mencegah munculnya titik api sejak dini sekaligus memastikan penanganan cepat apabila terjadi kebakaran agar tidak meluas.

Dalam kesempatan itu, Letkol Inf Ading Priyotantoko menegaskan bahwa Kodim 1003/HSS siap bersinergi dengan seluruh unsur pemerintah, Polri, BPBD, Manggala Agni, serta instansi terkait lainnya dalam upaya pencegahan maupun penanganan Karhutla.

Sebagai langkah nyata, Kodim 1003/HSS akan mengoptimalkan peran Babinsa di seluruh wilayah binaan melalui sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya Karhutla. Selain itu, patroli terpadu di daerah-daerah yang berpotensi muncul titik api juga akan terus ditingkatkan.

“Kami akan melaksanakan patroli ke wilayah-wilayah rawan munculnya titik api sekaligus memberikan edukasi dan imbauan kepada masyarakat bersama unsur terkait. Kami mengajak masyarakat agar tidak membuka lahan pertanian dengan cara membakar karena berisiko memicu kebakaran yang lebih luas,” tegas Dandim.

Menurutnya, keberhasilan pencegahan Karhutla tidak hanya bergantung pada aparat, tetapi juga membutuhkan kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Ia berharap Rakor tersebut semakin memperkuat sinergi, koordinasi, dan kolaborasi seluruh pihak sehingga kesiapsiagaan menghadapi ancaman Karhutla selama musim kemarau dapat berjalan lebih efektif.

Sementara itu, Bupati Hulu Sungai Selatan H. Syafrudin Noor mengingatkan bahwa Karhutla bukan sekadar persoalan kebakaran, tetapi memiliki dampak yang sangat luas terhadap kehidupan masyarakat, mulai dari gangguan kesehatan akibat kabut asap, terganggunya aktivitas pendidikan, hingga perlambatan roda perekonomian.

“Jangan sampai kita baru bergerak ketika api sudah muncul. Kesiapsiagaan itu harus dimulai dari sekarang, dari hal-hal kecil di sekitar kita,” tegas Bupati.
Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan seluruh elemen, mulai dari pemerintah, aparat keamanan, dunia usaha, hingga masyarakat, dalam menjaga kelestarian lingkungan. Menurutnya, keberhasilan penanganan Karhutla hanya dapat diwujudkan melalui kerja sama yang solid, komunikasi yang cepat, dan tindakan yang tepat di lapangan.

Melalui Rakor ini, diharapkan kesiapsiagaan seluruh unsur di Kabupaten Hulu Sungai Selatan semakin meningkat sehingga potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan dapat diminimalkan, sekaligus menjaga keselamatan masyarakat serta kelestarian lingkungan.

@pendim1003

Pos terkait