BONE – Suara palu, cangkul, dan alat kerja terdengar bersahutan di sejumlah titik pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Kodim 1407/Bone. Namun, yang paling terasa bukanlah riuhnya pekerjaan, melainkan semangat kebersamaan yang tumbuh di antara personel TNI dan masyarakat.
Setiap sasaran dikerjakan tanpa sekat. Ada yang mengangkat material, menggali tanah, membongkar rumah tidak layak huni, hingga membantu proses pembangunan jembatan gantung. Semua bergerak dengan peran masing-masing. Tidak ada pekerjaan yang dianggap ringan ataupun berat ketika dilakukan secara bersama-sama.
Pemandangan seperti itu menjadi gambaran nyata pelaksanaan TMMD Ke-129 Kodim 1407/Bone. Program yang berlangsung di Kecamatan Bontocani dan Kecamatan Sibulue ini tidak hanya mengejar penyelesaian sasaran fisik, tetapi juga memperkuat nilai sosial yang telah lama menjadi identitas bangsa Indonesia, yakni gotong royong.
Kamis (16/7), di tengah perkembangan zaman yang semakin modern, budaya saling membantu perlahan mulai berkurang di sejumlah daerah. Kehadiran TMMD seakan mengingatkan kembali bahwa pembangunan akan berjalan lebih cepat ketika masyarakat dan aparat bergandengan tangan. Prinsip “berat sama dipikul, ringan sama dijinjing” bukan sekadar peribahasa, melainkan benar-benar terlihat dalam setiap aktivitas di lapangan.
Sasaran utama maupun sasaran tambahan, seperti perehaban Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), pembangunan fasilitas jamban umum, hingga pembangunan jembatan gantung, menjadi bukti bahwa kebutuhan masyarakat menjadi prioritas. Infrastruktur yang dibangun memang penting, tetapi semangat kebersamaan yang tumbuh selama proses pengerjaan memiliki nilai yang jauh lebih besar.
TMMD juga menghadirkan ruang bagi masyarakat untuk ikut memiliki hasil pembangunan. Ketika warga terlibat sejak awal, mereka tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga menjadi bagian dari proses yang melahirkan perubahan di desanya sendiri. Rasa memiliki inilah yang nantinya akan mendorong masyarakat menjaga dan merawat setiap fasilitas yang telah dibangun.
Pelaksanaan TMMD Ke-129 Kodim 1407/Bone akhirnya menjadi pengingat bahwa pembangunan sejatinya bukan hanya tentang berdirinya bangunan atau terbukanya akses jalan. Lebih dari itu, pembangunan adalah tentang menyatukan hati, tenaga, dan harapan agar desa menjadi semakin maju tanpa meninggalkan budaya gotong royong yang telah diwariskan oleh para pendahulu.(Red/Js).






