Satgas TMMD 128 Gelar Penyuluhan Stunting untuk Tingkatkan Kesehatan Warga Hutamonu

BOALEMO – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur fisik demi memperlancar akses dan meningkatkan perekonomian warga, tetapi juga berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai kegiatan nonfisik. Salah satu wujud nyata perhatian tersebut terlihat pada kegiatan penyuluhan kesehatan tentang pencegahan dan penanganan stunting yang digelar Satgas TMMD ke-128 Kodim 1316/Boalemo di Desa Hutamonu, Kecamatan Botumoito, Kabupaten Boalemo, Sabtu (16/05/2026).

Kegiatan yang berlangsung penuh antusias ini dihadiri puluhan warga, mulai dari ibu rumah tangga, calon pengantin, hingga kader kesehatan desa yang aktif mengikuti setiap materi yang disampaikan. Hadir sebagai pemateri utama, Tenaga Kesehatan Puskesmas Botumoito, Airman Mudin, S.Gz., yang memberikan pemahaman mendalam mengenai bahaya stunting, faktor penyebab, hingga langkah konkret pencegahannya demi menciptakan generasi penerus yang sehat dan berkualitas.

Dalam pemaparannya, Airman Mudin menjelaskan bahwa stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis, infeksi berulang, dan kurangnya stimulasi yang memadai. Kondisi tersebut ditandai dengan tinggi badan anak yang lebih pendek dibandingkan anak seusianya.

“Stunting terjadi pada 1.000 hari pertama kehidupan anak, mulai dari masa kehamilan hingga usia dua tahun. Karena itu, pencegahannya harus dimulai sejak ibu hamil, masa menyusui, hingga anak mulai mengonsumsi makanan pendamping ASI,” jelas Airman Mudin di hadapan warga.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Warga tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga aktif bertanya dan berdiskusi mengenai kendala yang mereka hadapi dalam memenuhi kebutuhan gizi keluarga. Antusiasme tersebut menunjukkan tingginya kepedulian masyarakat Desa Hutamonu terhadap kesehatan anak dan keluarga mereka.

Dansatgas TMMD ke-128, Letkol Czi Wiratama Suryono, S.T., M.Si., M.S., yang turut hadir memantau jalannya kegiatan, menegaskan bahwa program nonfisik memiliki peran yang sama pentingnya dengan pembangunan infrastruktur.

“Hadirnya kami melalui TMMD ke-128 bukan hanya membangun sarana fisik agar perekonomian masyarakat meningkat, tetapi juga membangun kualitas sumber daya manusia. Penyuluhan stunting ini menjadi salah satu prioritas kami, karena masa depan Desa Hutamonu ada di tangan anak-anak yang sehat, cerdas, dan terbebas dari stunting,” ungkap Letkol Czi Wiratama Suryono, S.T., M.Si., M.S.

Ia juga menambahkan bahwa persoalan stunting merupakan tantangan nasional yang harus ditangani bersama. Kehadiran TNI melalui program TMMD diharapkan mampu membantu masyarakat desa mendapatkan informasi kesehatan yang tepat dan bermanfaat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak Puskesmas Botumoito yang telah mendukung kegiatan ini. Saya berharap ilmu yang diperoleh hari ini dapat diterapkan dan dibagikan kembali kepada warga lainnya. Pencegahan stunting sebenarnya sederhana, dimulai dari pola makan sehat, menjaga kebersihan, dan meningkatkan kesadaran keluarga terhadap pentingnya gizi. TNI akan selalu hadir bersama masyarakat, pemerintah daerah, dan tenaga kesehatan demi mewujudkan keluarga Indonesia yang sehat dan berkualitas,” tambahnya.

Warga Desa Hutamonu mengaku sangat bersyukur dan berterima kasih atas perhatian Satgas TMMD ke-128 yang telah menghadirkan penyuluhan kesehatan tersebut. Mereka berkomitmen menerapkan pengetahuan yang diperoleh demi menjaga kesehatan anak-anak dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Melalui kegiatan penyuluhan ini, diharapkan angka stunting di Desa Hutamonu dapat ditekan semaksimal mungkin. Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti nyata sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan tenaga kesehatan dalam mempercepat pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program TMMD.(1316).

Pos terkait