‎‎Babinsa Anjir Pasar Beri Bantuan Nutrisi: Kodim 1005/Barito Kuala Gerak Cepat Tekan Stunting

‎BARITO KUALA – Komando Distrik Militer (Kodim) 1005/Barito Kuala terus menunjukkan kepedulian nyata dalam menjaga kualitas kesehatan dan tumbuh kembang generasi muda, sekaligus mendukung program pemerintah dalam penurunan angka stunting di wilayah. Hal ini dibuktikan dengan kegiatan penyaluran bantuan tambahan nutrisi yang dilakukan oleh Babinsa Koramil 1005-09/Anjir Pasar, Serma Jenggu, pada Rabu (13/05) bertempat di Desa Asp 2 RT 007, Kecamatan Anjir Pasar, Kabupaten Barito Kuala.

‎Bantuan yang diserahkan berupa paket kebutuhan gizi berupa susu dan telur, ditujukan khusus kepada Abdurrahman Sidiq (33 bulan), anak dari pasangan Bapak Ilham dan Ibu Taniah. Anak ini sebelumnya terdiagnosa mengalami gizi buruk dan berisiko stunting, dan kini ditetapkan sebagai anak asuh binaan Koramil 1005-09/Anjir Pasar dalam upaya pemulihan kesehatan dan perbaikan gizi secara berkelanjutan.

‎Berdasarkan data kesehatan yang tercatat, kondisi pertumbuhan Abdurrahman Sidiq menunjukkan perkembangan positif meski masih memerlukan perhatian ekstra. Awal pemantauan, berat badan anak tersebut tercatat 9,2 kilogram dan tinggi badan 81 sentimeter. Berkat pemantauan rutin dan pemberian asupan gizi yang lebih terjaga, saat ini berat badannya telah meningkat menjadi 9,4 kilogram dan tinggi badannya bertambah menjadi 82 sentimeter, meski angka tersebut masih berada di bawah standar pertumbuhan anak usia sebayanya.

‎Komandan Kodim 1005/Barito Kuala, Letkol Inf Anton Mahriadi, S.Sos., menyambut baik langkah nyata yang dilakukan oleh jajaran Koramil Anjir Pasar ini. Ia menegaskan bahwa kehadiran Babinsa tidak hanya berfokus pada aspek keamanan dan ketertiban, tetapi juga harus turut serta dalam segala aspek kehidupan masyarakat, termasuk kesejahteraan dan kesehatan keluarga. “Stunting dan gizi buruk adalah masalah besar yang harus kita lawan bersama, karena ini menyangkut masa depan anak-anak kita, masa depan bangsa. Langkah yang dilakukan Serma Jenggu ini sangat tepat dan merupakan wujud nyata dari pengabdian TNI di tengah masyarakat. Kami perintahkan seluruh jajaran Babinsa di wilayah Barito Kuala untuk peka, turun ke lapangan, mendata, dan mendampingi warga yang membutuhkan, terutama anak-anak yang berisiko mengalami gangguan pertumbuhan,” ujar Letkol Anton Mahriadi.

‎Lebih lanjut, Dandim 1005/Barito Kuala itu menjelaskan bahwa penanganan stunting tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan butuh sinergi dan kepedulian dari semua pihak. “Penetapan Abdurrahman Sidiq sebagai anak asuh binaan Koramil adalah bentuk komitmen kami agar pendampingan berjalan terus-menerus, tidak hanya satu kali bantuan saja. Kami pastikan bantuan nutrisi, pemantauan kesehatan, dan edukasi kepada orang tua akan terus dilakukan sampai kondisinya membaik dan mencapai standar pertumbuhan yang wajar. Ini adalah tanggung jawab kita bersama, karena anak yang sehat dan tumbuh baik adalah aset terbesar bagi daerah ini dan bagi negara,” tambahnya.

‎Dalam penyerahan bantuan di lokasi, Serma Jenggu menyampaikan bahwa bantuan sederhana ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi harian Abdurrahman Sidiq. Ia juga mengimbau kepada kedua orang tua agar lebih memperhatikan pola makan, kebersihan, dan asupan gizi yang seimbang bagi anaknya, serta rutin memeriksakan kesehatan ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

‎Orang tua Abdurrahman Sidiq mengaku sangat berterima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan oleh pihak TNI melalui Koramil Anjir Pasar. Bantuan ini sangat berarti bagi mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi, dan menjadi semangat baru bagi keluarga untuk terus berusaha memulihkan kesehatan anaknya.

‎Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergitas Kodim 1005/Barito Kuala dalam mendukung program prioritas pemerintah penurunan angka stunting hingga ke tingkat desa. Dandim 1005/Barito Kuala berharap langkah ini dapat memicu semangat kerja sama dari instansi terkait, tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, dan seluruh warga, agar penanganan masalah gizi buruk dan stunting dapat tuntas, sehingga tumbuh kembang anak-anak di Barito Kuala dapat berjalan optimal, sehat, cerdas, dan berkualitas.

Pos terkait