BOALEMO – Pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Bapak Yasin Dunggio di Desa Hutamonu, Kecamatan Botumoito, kini mencatatkan pencapaian yang sangat menggembirakan dan membanggakan. Setelah melewati serangkaian tahapan pengerjaan dengan teliti dan terukur, struktur bangunan kini sudah terbentuk dengan jelas, dengan dinding batako yang terpasang penuh dan rapi mengelilingi seluruh area bangunan, membentuk rumah yang utuh dan kokoh, Rabu (13/05/2026).
Perubahan yang terjadi di lokasi pembangunan ini sangat terasa dan mencolok jika dibandingkan dengan kondisi awal. Dulu, area ini hanya berupa tanah kosong dengan beberapa tiang penyangga yang baru saja dipasang. Namun kini, susunan batako yang tertata rapi telah membentuk bangunan yang berdiri tegak dan utuh, memberikan gambaran pasti tentang tata ruang dan bentuk hunian yang akan melindungi keluarga Bapak Yasin. Pemasangan kusen pintu dan jendela yang presisi semakin memperjelas karakter bangunan yang kuat dan berwibawa.
Kegiatan terbaru yang sedang berlangsung adalah pelaksanaan pengecoran sloof bagian atas dinding yang berfungsi sebagai dudukan utama untuk menopang struktur atap agar lebih kuat dan kokoh. Sementara itu, para personel Satgas TMMD juga mulai mempersiapkan segala kebutuhan dan peralatan untuk tahapan selanjutnya, yaitu plesteran pada seluruh dinding tembok guna memberikan hasil akhir yang halus, rapi, dan estetis.
Dansatgas TMMD ke-128, Letkol Czi Wiratama Suryono, S.T., M.Si., M.S., yang senantiasa memantau perkembangan pekerjaan setiap hari, menegaskan bahwa kemajuan yang dicapai ini merupakan hasil kerja yang terencana, teliti, dan berkualitas tinggi. Menurutnya, pengecoran sloof dan persiapan plesteran menunjukkan komitmen untuk memastikan bangunan tidak hanya kuat, tetapi juga memiliki tampilan yang rapi dan nyaman untuk ditinggali.
“Kita bisa melihat sendiri bagaimana dinding batako kini sudah terpasang penuh dan mengelilingi seluruh area bangunan dengan sangat rapi dan kokoh. Saat ini kami sedang melaksanakan pengecoran sloof bagian atas sebagai dudukan yang kuat untuk struktur atap, dan di sisi lain kami juga sedang mempersiapkan tahapan plesteran dinding tembok untuk penyempurnaan tampilan bangunan. Kami bekerja dengan kecepatan yang terukur, namun tidak pernah melupakan ketelitian agar hasil pembangunan ini tetap awet dan berkualitas tinggi,” ungkapnya dengan tegas.
Laju kemajuan yang stabil dan teratur ini tidak lepas dari sinergi yang kuat antar seluruh personel. Personel dari Kodim 1316/Boalemo bekerja selaras dengan prajurit Yonif TP 915/Bitu’o, membentuk tim yang sangat kompak dan harmonis. Pembagian tugas yang cerdas diterapkan secara maksimal: sebagian tim fokus melaksanakan pengecoran dengan presisi tinggi, sementara tim lain bersiap untuk melaksanakan plesteran dinding dengan persiapan yang matang. Semangat gotong royong warga masyarakat juga turut menyemangati seluruh tim.
“Kami memiliki komitmen yang kuat untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan sebelum tanggal 21 Mei mendatang. Prinsip kami sederhana, setiap tahapan harus diselesaikan dengan hasil terbaik, mulai dari pengecoran hingga plesteran. Bapak Yasin dan keluarganya sudah menunggu lama untuk memiliki rumah layak huni yang aman dan nyaman, maka kami pastikan saat program ditutup nanti, rumah ini sudah berdiri sempurna, siap diserahkan, dan siap dihuni dengan penuh kebanggaan,” tambah Dansatgas dengan penuh keyakinan.
Menyaksikan perkembangan rumahnya yang semakin megah dan struktur yang sudah terbentuk sempurna, Bapak Yasin Dunggio tampak sangat bersyukur dan bahagia. Wajahnya yang dulu sering dipenuhi kekhawatiran kini berganti dengan senyum lebar dan hati yang tenang, melihat mimpinya untuk memiliki rumah layak dan indah perlahan menjadi kenyataan.
Dengan kemajuan yang terus melesat dan berbagai tahapan akhir yang sedang dilaksanakan, Satgas TMMD 128 semakin yakin bahwa tugas mulia ini akan segera selesai sepenuhnya. Rumah ini akan segera berdiri sempurna, menjadi bukti nyata bahwa kehadiran TNI di tengah masyarakat adalah untuk membawa perubahan, harapan, dan kesejahteraan yang nyata bagi warga Desa Hutamonu dan sekitarnya.(1316).






