ACEH JAYA – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi perhatian, terutama saat kondisi cuaca yang tidak menentu. Di wilayah Desa Lam Asan, Kecamatan Jaya, langkah pencegahan dilakukan secara langsung oleh aparat teritorial. Minggu (03/05/2026), anggota Koramil 01/Jaya Kodim 0114/Aceh Jaya, Kopka Dedi Januari, melaksanakan patroli sekaligus memberikan edukasi kepada warga yang beraktivitas di kebun.
Patroli ini menyasar area-area yang rawan terjadinya pembakaran lahan, terutama di sekitar perkebunan milik warga. Dalam kesempatan tersebut, Kopka Dedi tidak hanya melakukan pemantauan, tetapi juga berdialog langsung dengan masyarakat untuk memberikan pemahaman tentang bahaya membuka lahan dengan cara dibakar.
Di lapangan, ia menjelaskan bahwa praktik membakar lahan memang kerap dianggap cara cepat dan murah. Namun di balik itu, risikonya sangat besar. Api yang awalnya kecil bisa dengan cepat merambat, apalagi saat kondisi angin cukup kencang dan vegetasi dalam keadaan kering. Jika sudah meluas, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pelaku, tetapi juga oleh masyarakat sekitar.
“Asap dari kebakaran bisa mengganggu kesehatan, belum lagi kerusakan lingkungan yang ditimbulkan. Kalau sudah meluas, akan sulit dikendalikan,” ujar Kopka Dedi saat berbincang dengan warga.
Selain dampak lingkungan dan kesehatan, ia juga mengingatkan bahwa membuka lahan dengan cara dibakar memiliki konsekuensi hukum. Tindakan tersebut dapat dikenakan sanksi pidana sesuai dengan peraturan yang berlaku. Hal ini penting disampaikan agar masyarakat memahami bahwa risiko yang ditimbulkan bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara hukum.
Kegiatan patroli ini dilakukan dengan pendekatan persuasif. Kopka Dedi lebih mengedepankan komunikasi yang santai dan mudah dipahami, sehingga pesan yang disampaikan tidak terasa menggurui. Warga pun terlihat cukup terbuka, bahkan beberapa di antaranya mengakui masih adanya kebiasaan lama yang sulit ditinggalkan.
Di sinilah pentingnya edukasi yang berkelanjutan. Perubahan perilaku tidak bisa terjadi secara instan, tetapi membutuhkan proses dan pendekatan yang konsisten. Dengan adanya patroli rutin seperti ini, diharapkan kesadaran masyarakat semakin meningkat untuk menjaga lingkungan.
Bagi warga yang menggantungkan hidup dari sektor perkebunan, menjaga lahan tetap aman tentu menjadi kepentingan bersama. Kebakaran tidak hanya merusak lahan, tetapi juga dapat menghilangkan sumber penghasilan dalam waktu singkat. Oleh karena itu, upaya pencegahan menjadi langkah yang jauh lebih bijak dibandingkan harus menghadapi dampak setelah kejadian.
Selain itu, menjaga lingkungan juga memiliki dampak jangka panjang. Hutan dan lahan yang terjaga akan mendukung keseimbangan ekosistem, menjaga kualitas udara, serta mencegah bencana lain seperti banjir dan longsor. Hal-hal ini sering kali tidak disadari, padahal sangat berpengaruh terhadap kehidupan sehari-hari.
Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat dalam kegiatan seperti ini juga memperkuat hubungan yang sudah terjalin. Warga tidak hanya melihat aparat sebagai penegak aturan, tetapi juga sebagai mitra yang peduli terhadap kondisi lingkungan dan kehidupan mereka.
Interaksi langsung di lapangan membuat komunikasi menjadi lebih efektif. Warga bisa bertanya, menyampaikan pendapat, bahkan berbagi pengalaman terkait pengelolaan lahan. Hal ini menciptakan suasana yang lebih terbuka dan saling memahami.
Menjelang akhir patroli, Kopka Dedi kembali mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan secara bersama-sama. Ia berharap masyarakat dapat menjadi bagian dari solusi, bukan justru menjadi penyebab masalah.
Apa yang dilakukan di Desa Lam Asan menjadi contoh bahwa pencegahan karhutla tidak harus menunggu kejadian besar. Langkah kecil seperti memberikan pemahaman dan melakukan patroli rutin sudah menjadi bagian penting dalam menjaga wilayah tetap aman.
Di tengah berbagai tantangan lingkungan yang semakin kompleks, kesadaran kolektif menjadi kunci utama. Ketika masyarakat dan aparat berjalan seiring, potensi terjadinya kebakaran dapat ditekan.
Pada akhirnya, menjaga alam berarti menjaga kehidupan itu sendiri. Dan dari upaya sederhana seperti inilah, harapan untuk lingkungan yang lebih aman dan sehat dapat terus tumbuh di tengah masyarakat.(0114).






