Bangkitkan UMKM Lokal, Kerajinan Tangan Mutiara Kasab Binaan Ibu Dandim 0105/Abar Go Nasional

ACEH BARAT – Semangat membangkitkan UMKM lokal terus digaungkan melalui karya kreatif kerajinan tangan Mutiara Kasab khas Aceh yang dibina oleh Ibu Dandim 0105/Abar. Salah satu pengrajin unggulan, anggota Persit Ny. Ema Didik Sulistyo Budi berhasil membawa kerajinan sulam kain kasab menembus panggung nasional.

Karya kerajinan tersebut menjadi bukti bahwa warisan budaya daerah tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga berpotensi menjadi penggerak ekonomi masyarakat jika dikelola dengan baik. Melalui sentuhan kreativitas dan ketekunan, kain kasab yang selama ini dikenal sebagai bagian dari tradisi Aceh kini semakin dikenal di berbagai kalangan.

Ny. Ema Didik Sulistyo Budi sendiri telah menekuni kerajinan ini selama kurang lebih 26 tahun. Ia mulai belajar dan mengembangkan keterampilan menyulam kasab sejak tahun 2000, mengikuti jejak orang tuanya yang lebih dulu mengenalkan kerajinan tersebut sebagai bagian dari tradisi keluarga.

Selama bertahun-tahun, ia terus mempertahankan teknik sulam khas Aceh yang memadukan benang emas dengan hiasan mutiara kecil yang dirangkai secara rapi di atas kain. Proses pembuatannya membutuhkan ketelitian tinggi, kesabaran, serta keterampilan tangan yang tidak bisa dikerjakan secara terburu-buru.

Meski berakar dari tradisi lama, Ny. Ema tidak berhenti berinovasi. Ia mulai mengembangkan berbagai motif dan desain baru agar kerajinan kasab dapat mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan ciri khas budaya Aceh.

Beberapa produk yang dihasilkan tidak hanya berupa kain hias, tetapi juga berbagai kerajinan kreatif seperti tas kerucut, pouch, hiasan dinding, hingga aksesoris dekoratif yang memiliki nilai seni tinggi. Perpaduan antara motif tradisional dan desain modern membuat produk tersebut semakin diminati oleh berbagai kalangan.

Selain menjadi sumber penghasilan bagi keluarga, usaha kerajinan mutiara kasab juga memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Seiring berkembangnya usaha ini, beberapa warga setempat ikut dilibatkan dalam proses produksi sehingga membuka peluang kerja baru bagi masyarakat.

Kehadiran usaha kerajinan seperti ini turut membantu menggerakkan perekonomian lokal. Dengan memanfaatkan keterampilan tangan dan bahan yang relatif mudah diperoleh, masyarakat dapat memperoleh tambahan pendapatan sekaligus menjaga tradisi kerajinan daerah tetap hidup.

Perkembangan kerajinan mutiara kasab ini juga tidak lepas dari peran pembinaan yang dilakukan oleh Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXVIII Koorcab Rem 012 PD Iskandar Muda, Ny. Aurora S. Kembaren. Melalui berbagai program pembinaan, Persit mendorong anggota untuk terus mengembangkan kreativitas sekaligus memberdayakan potensi ekonomi keluarga.

Pembinaan tersebut mencakup dukungan dalam pengembangan desain, peningkatan kualitas produk, hingga kesempatan untuk memperkenalkan kerajinan ke tingkat yang lebih luas. Berkat dukungan tersebut, produk kasab dari Aceh Barat semakin dikenal dan memiliki daya saing yang lebih kuat.

Keberhasilan tersebut semakin terasa ketika kerajinan mutiara kasab ini berhasil masuk sebagai salah satu nominasi dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Persit Kartika Chandra Kirana.

Produk tersebut akan mewakili Koorcab Rem 012 PD Iskandar Muda dalam ajang Lomba Persit Bisa 2 yang dijadwalkan berlangsung di Balai Kartini, Jakarta, pada tanggal 7 hingga 9 Mei 2026. Ajang ini menjadi wadah bagi berbagai karya kreatif anggota Persit dari seluruh Indonesia untuk menunjukkan potensi dan inovasi di bidang usaha kreatif.

Dalam kompetisi tersebut, Persit Cabang XXVIII mengusung konsep yang menonjolkan warisan budaya Aceh yang inovatif, kreatif, dan elegan. Berbagai produk kerajinan kasab akan dipamerkan sebagai bentuk representasi kekayaan seni tradisional Aceh yang dipadukan dengan sentuhan modern.

Ketua Persit Cabang XXVIII, Ny. Aurora S. Kembaren, menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam ajang nasional ini menjadi kesempatan penting untuk memperkenalkan kekayaan budaya Aceh kepada masyarakat luas.

“Melalui ajang ini, kami ingin memperkenalkan kekayaan budaya Aceh kepada masyarakat luas, sekaligus mendorong UMKM lokal agar semakin berkembang dan mampu bersaing di tingkat nasional. Melalui ajang ini, kita berharap pesona kain kasab menjadi primadona di ajang nasional bahkan internasional,” ungkapnya.

Dukungan juga datang dari Komandan Kodim 0105/Aceh Barat, Letkol Inf S. Kembaren, S.E., M.I.P., CFrA., yang menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan kerajinan mutiara kasab menembus ajang nasional menjadi bukti bahwa potensi ekonomi kreatif di daerah memiliki peluang besar untuk berkembang.

Ia menilai bahwa pembinaan yang dilakukan Persit tidak hanya mendorong kreativitas anggota, tetapi juga mampu meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga serta memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

“Kami sangat bangga atas prestasi yang diraih. Ini bukan hanya tentang kerajinan, tetapi juga tentang pelestarian budaya dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Harapannya, karya mutiara kasab ini dapat terus berkembang dan mengharumkan nama Aceh khususnya Aceh Barat di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Dandim.

Melalui semangat kolaborasi antara pengrajin, Persit, dan dukungan berbagai pihak, kerajinan mutiara kasab diharapkan terus berkembang sebagai salah satu ikon budaya Aceh yang bernilai ekonomi tinggi.

Tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, karya tradisional ini juga berpotensi menjadi duta budaya yang memperkenalkan keindahan seni Aceh kepada masyarakat nasional bahkan dunia.(0105).

Pos terkait