Menhan RI Kunjungi Yon TP 877/Biinmaffo, Tegaskan Peran Strategis Prajurit Perbatasan Penjaga NKRI

NTT-Kefamenanu., Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, melakukan kunjungan kerja ke Markas Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) 877/Biinmaffo, Desa Naiola Timur, Kecamatan Bikomi Selatan, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU)., Jumat (23/1/2025). Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya penguatan pembinaan dan kesiapan satuan TNI di wilayah perbatasan.

Kunjungan kerja Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, yang di Dampingi langsung oleh Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI M. Saleh Mustafa, Inspektur Jenderal Kementerian Pertahanan RI Letjen TNI Rui F.G.P. Duarte, serta jajaran staf Kementerian Pertahanan RI. Kehadiran rombongan Menhan RI disambut Oleh Bapak Bupati TTU, Dandim 1618/TTU, Letkol Arm Didit Prastyo Purwanto S.E, Dan Jajaran Forkopimda Kab. TTU serta Danbrigif 21/Komodo.

Setibanya di markas Yon TP 877/Biinmaffo, Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, bersama rombongan menerima laporan resmi dari Komandan Batalyon Yon TP 877/Biinmaffo, Letkol Inf Sandi Hely Wijaya. Kegiatan dilanjutkan dengan penyambutan jajar kehormatan dari regu jaga kesatrian serta yel-yel penyemangat yang menggema dari seluruh prajurit.

Dalam agenda kunjungan tersebut, Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin Bersama Rombongan menerima paparan langsung dari Danyon TP 877/Biinmaffo terkait kondisi satuan, pelaksanaan tugas pokok, pembinaan personel, serta kesiapan prajurit dalam menghadapi berbagai tantangan tugas ke depan. Paparan tersebut menjadi sarana evaluasi sekaligus penguatan pembinaan satuan yang bertugas di wilayah strategis perbatasan negara.

Usai menerima paparan, Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, bersama rombongan meninjau langsung dapur makan prajurit Yon TP 877/Biinmaffo. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kesejahteraan prajurit terpenuhi dengan baik, sebagai faktor penting dalam mendukung kesiapan fisik dan mental prajurit dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.

Dalam pengarahan kepada seluruh prajurit, Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya terhadap semangat juang prajurit, khususnya prajurit muda yang bertugas di wilayah perbatasan. Ia menegaskan bahwa patriotisme tidak cukup diucapkan, tetapi harus tertanam kuat dalam jiwa dan raga, serta diwujudkan melalui kesiapan fisik dan mental yang prima.

Menhan RI menekankan bahwa prajurit yang bertugas di garis perbatasan merupakan pengawal kedaulatan negara. Oleh karena itu, pembinaan, kesiapan, dan penempatan prajurit merupakan tanggung jawab besar dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Selain itu, Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, mengingatkan bahwa TNI adalah tentara rakyat yang harus selalu berada di tengah-tengah rakyat dan bermanfaat bagi rakyat. Prajurit berasal dari rakyat dan dibiayai oleh rakyat, sehingga harus mengabdi sepenuhnya untuk kepentingan bangsa. Sebagai tentara nasional dan tentara pejuang, prajurit TNI dituntut menjunjung tinggi persatuan, Sapta Marga, dan Sumpah Prajurit tanpa membeda-bedakan suku, agama, maupun latar belakang.

Menutup arahannya, Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, menegaskan pentingnya menjaga kehormatan sebagai prajurit TNI. Kesetiaan kepada negara, tugas, atasan, sesama prajurit, dan satuan merupakan nilai utama yang harus dipegang teguh. Ia menegaskan bahwa kehormatan TNI adalah modal utama dalam menjaga kepercayaan rakyat terhadap institusi pertahanan negara.

Kunjungan tersebut berlangsung dalam suasana penuh semangat dan kebanggaan, mencerminkan kesiapan serta loyalitas prajurit Yon TP 877/Biinmaffo sebagai garda terdepan penjaga kedaulatan NKRI di wilayah perbatasan.
(PENDIM 1618/TTU)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *