RANTAU – Sinergi TNI–Polri bersama Barisan Ansor Serbaguna (Banser) kembali terlihat dalam pengamanan perayaan Natal 2025 di Kabupaten Tapin. Pengamanan Misa Natal dilaksanakan pada Rabu (24/12/2025) malam di Rumah Ibadah Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) Rantau, Kecamatan Lokpaikat, dan berlangsung aman serta kondusif.
Pengamanan ibadah melibatkan personel Polsek Lokpaikat, Koramil 1010/Rantau, serta Banser Kabupaten Tapin. Sebanyak delapan personel diterjunkan, terdiri dari empat anggota Polri, dua personel TNI, dan dua anggota Banser. Sekitar 70 jemaat mengikuti rangkaian Misa Natal dengan khidmat tanpa gangguan keamanan.
Kapolres Tapin AKBP Weldi Rozika melalui Kasi Humas Ipda Imam Subhan menyampaikan bahwa pengamanan Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun ini memiliki tantangan tersendiri. Selain pengamanan fisik, aparat juga dituntut mampu merespons dinamika sosial yang berkembang di tengah masyarakat.
“Pengamanan Nataru tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat negara, tetapi juga membutuhkan peran aktif elemen masyarakat. Kehadiran Banser menjadi penguat stabilitas sosial sekaligus wujud partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban,” ujar Ipda Imam Subhan, Kamis (25/12/2025).
Ia menambahkan, Kapolri turut menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi penyebaran disinformasi, paham radikalisme, dan intoleransi yang dapat memanfaatkan momentum keramaian Nataru.
“Kita tidak boleh lengah terhadap upaya-upaya yang dapat memecah persatuan bangsa. Di sinilah peran Banser sebagai penjaga harmoni sosial sangat dibutuhkan,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Banser Kabupaten Tapin, Alamsyah, menegaskan bahwa keterlibatan Banser dalam pengamanan Nataru merupakan bagian dari mandat sejarah organisasi dalam menjaga keutuhan bangsa dan toleransi antarumat beragama.
Ia juga mengenang nilai pengorbanan almarhum Riyanto, anggota Banser yang gugur dalam tugas kemanusiaan, sebagai teladan pengabdian yang terus dijaga dan diwariskan.
“Selama Indonesia berdiri, Banser memiliki tanggung jawab menjaga negeri ini. Apa yang ditunjukkan almarhum Riyanto adalah bentuk pengabdian tertinggi dalam merawat toleransi dan kemanusiaan,” ujarnya.
Selain pengamanan Nataru, Banser Kabupaten Tapin juga menyiagakan Banser Tanggap Bencana (Bagana) untuk mengantisipasi potensi bencana akibat cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah.
“Pengabdian Banser tidak hanya pada aspek keamanan, tetapi juga kemanusiaan, solidaritas sosial, dan pelayanan publik. Banser hadir untuk menjaga harmoni beragama, bernegara, dan kemanusiaan,” pungkas Alamsyah.






