Sebuah aksi sosial bertajuk pelestarian sejarah dilakukan oleh Koramil 1619-02/Selemadeg bersama Yayasan Pengurus TPB Margarana di Desa Dalang, Tabanan. Mereka bahu-membahu melakukan pengecatan ulang pada Monumen MBO DPRI Soenda Ketjil yang memiliki nilai historis tinggi bagi masyarakat Bali.
Wilayah Munduk Malang sendiri tercatat dalam tinta emas sejarah sebagai pusat pembentukan kekuatan bersenjata DPRI Sunda Kecil pada April 1946. Tempat ini menjadi titik tolak I Gusti Ngurah Rai dalam mengorganisir perlawanan rakyat terhadap pasukan penjajah di pulau dewata.
Danramil Selemadeg, Kapten Inf Dwi Hangga Normala, menjelaskan bahwa aspek fisik monumen harus dijaga agar maknanya tetap terserap oleh warga. Pengawasan langsung dilakukan untuk memastikan kualitas perawatan sesuai dengan nilai kehormatan yang melekat pada monumen tersebut.
Melalui kegiatan ini, TNI mengajak masyarakat untuk tidak melupakan pengorbanan para pendahulu yang telah bertaruh nyawa. Perawatan rutin diharapkan dapat memperpanjang usia bangunan monumen sebagai sarana edukasi sejarah bagi para pelajar dan generasi mendatang.






