Satgas Karhutla TNI wilayah Kayan Hilir mengambil langkah proaktif dengan mempertemukan pemangku kepentingan untuk membahas mitigasi bencana Karhutla dari sisi infrastruktur. Pertemuan ini menyoroti bagaimana gangguan listrik dan kelangkaan air bersih dapat memperburuk kondisi sosial masyarakat selama musim kebakaran lahan.
Kolonel Arh Saptarendra P mengungkapkan bahwa koordinasi ini merupakan respons atas inisiatif Kepala Desa Nanga Mau yang peduli pada kondisi kesehatan dan pendidikan warga. Beberapa masyarakat dilaporkan mulai kesulitan mengakses air layak konsumsi, bahkan ada anak-anak yang mulai mengalami gangguan kesehatan akibat sanitasi yang buruk.
Manajemen PDAM Kayan Hilir menyatakan perlunya peningkatan debit air minimal menjadi 20 liter per detik untuk menjangkau desa-desa sekitar seperti Jaya Sakti dan Mombay Begunung. Untuk sementara, pengiriman air melalui mobil tangki menjadi opsi darurat yang akan diajukan guna membantu warga yang terdampak kekeringan di pelosok desa.
Di sisi lain, PLN memastikan bahwa perbaikan instalasi listrik yang dilakukan saat ini adalah upaya jangka panjang untuk menjaga stabilitas tegangan. Satgas TNI terus memantau proses ini agar sinkronisasi antara kebutuhan energi untuk pompa air PDAM dan kelancaran sinyal internet untuk sekolah dapat berjalan beriringan tanpa hambatan.






