Babinsa Turun ke Pasar Suka Karya, Pedagang Diingatkan Tak Naikkan Harga Drastis Aktivitas Pasar S

SIMEULUE – Aktivitas perdagangan kebutuhan pokok di Desa Suka Karya, Kecamatan Simeulue Timur, Kabupaten Simeulue, menjadi perhatian Sertu David Utomo, Babinsa Koramil 01/Simeulue Timur, Kodim 0115/Sml, Korem 012/Tu. Melalui komunikasi langsung dengan pedagang dan pembeli, ia memantau situasi keamanan sekaligus perkembangan harga sembako, Senin (07/09/2026).

Interaksi yang dilakukan di pasar tradisional dan kios tersebut dimanfaatkan Babinsa untuk mengetahui kondisi yang dirasakan masyarakat saat melakukan aktivitas jual beli. Selain memantau harga, komunikasi dengan pedagang dan pembeli juga menjadi sarana untuk mengetahui berbagai aspirasi yang berkembang di tengah masyarakat.

Sertu David Utomo mengatakan, kegiatan monitoring merupakan bagian dari peran personel TNI AD dalam mengayomi masyarakat. Kehadiran Babinsa secara langsung di lingkungan perdagangan juga membuka ruang komunikasi mengenai kondisi harga kebutuhan pokok maupun kenyamanan masyarakat ketika berbelanja.

“Dengan turun ke pasar tersebut, tentunya dapat membuka komunikasi kita dengan pedagang serta pembeli, baik itu soal harga hingga kenyamanan saat belanja di pasar,” ujarnya.

Dalam dialog tersebut, Babinsa juga mengingatkan para pedagang agar tidak menaikkan harga secara drastis apabila terjadi gejolak atau kenaikan harga kebutuhan pokok. Menurutnya, terdapat sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan, namun kondisi tersebut masih dalam tahapan normal.

“Di dalam berinteraksi dengan para pedagang dan pembeli yang ada di pasar tradisional atau kios, kami menyarankan kepada pedagang supaya tidak menaikkan harga secara drastis jika terjadi gejolak atau lonjakan harga. Meski ada beberapa bahan sembako yang naik, itu masih dalam tahapan normal,” imbuhnya.

Sejumlah kebutuhan pokok yang turut menjadi perhatian dalam pemantauan antara lain cabai, bawang merah, daging sapi, minyak goreng, dan beras. Selain melihat perkembangan harga, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk menyerap aspirasi masyarakat mengenai kondisi kebutuhan pokok yang mereka hadapi dalam aktivitas sehari-hari.

“Misalnya, kenaikan pada harga kebutuhan seperti cabai, bawang merah, daging sapi, minyak goreng, beras serta lainnya yang sering terjadi belakangan ini. Tidak hanya itu, monitoring di pasar juga sebagai upaya untuk menyerap aspirasi yang berkembang di masyarakat, terutama mengenai harga-harga bahan pokok,” pungkasnya.(0115).

Pos terkait